KabarBaik.co, Blitar – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD di Kabupaten Blitar diwarnai kendala teknis. Ratusan sekolah dilaporkan kehilangan data calon peserta didik yang sebelumnya telah diinput ke dalam sistem.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Deni Setiawan mengatakan, persoalan tersebut menjadi salah satu alasan dibukanya SPMB tahap kedua. Sebab, data siswa yang hilang tidak bisa dimasukkan kembali pada tahap pertama karena terbentur ketentuan dalam petunjuk teknis.
“Data yang sempat hilang itu nanti akan kami masukkan kembali secara manual pada tahap kedua,” ujarnya.
Menurut Deni, gangguan terjadi saat operator sekolah melakukan finalisasi data. Ketika proses penyelesaian administrasi dilakukan, sebagian data pendaftar justru tidak lagi muncul di aplikasi.
Dari 635 SD negeri yang menyelenggarakan SPMB di Kabupaten Blitar, sekitar 130 sekolah melaporkan kasus serupa kepada Dinas Pendidikan.
Selain untuk mengakomodasi data yang hilang, tahap kedua juga dimanfaatkan untuk mengisi kekurangan pagu siswa baru di sejumlah sekolah. Hingga kini masih terdapat kursi yang belum terisi karena minimnya pendaftar pada jalur afirmasi, domisili maupun perpindahan tugas orang tua.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Dispendik menyiapkan skema pergeseran kuota. Jalur afirmasi yang tidak terisi nantinya dapat dialihkan ke jalur domisili setelah dilakukan evaluasi.
“Kalau dalam satu sampai dua minggu tidak ada pendaftar yang memenuhi syarat di jalur afirmasi, sekolah bisa mengajukan pergeseran kuota ke dinas,” jelasnya.
Pendaftaran SPMB tahap kedua dibuka hingga 29 Juni mendatang. Deni menegaskan, tujuan utama pelaksanaan tahap kedua bukan sekadar memenuhi daya tampung sekolah, melainkan memastikan seluruh anak usia sekolah dasar memperoleh hak pendidikan.
“Yang terpenting jangan sampai ada anak di Kabupaten Blitar yang tidak mendapatkan sekolah,” pungkasnya. (*)







