KabarBaik.co, Sidoarjo – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, Pemkab Sidoarjo memperkuat komitmen menjaga kondusivitas wilayah. Suasana penuh khidmat pun terasa di Pendopo Delta Wibawa Rabu (13/5). Saat deklarasi damai Pilkades digelar bersama jajaran Forkopimda, panitia, hingga tim pemenangan dari 80 desa peserta Pilkades.
Agenda penting tersebut dihadiri jajaran Forkopimda lengkap, mulai Bupati Sidoarjo Subandi, Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing, Dandim 0816 Shobirin Setio Utomo, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih hingga perwakilan Kejaksaan Negeri Sidoarjo.
Kegiatan ini juga dihadiri para camat pendamping, panitia Pilkades, hingga tim pemenangan dari 80 desa yang akan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Kehadiran seluruh elemen menjadi simbol keseriusan Pemkab Sidoarjo dalam menjaga stabilitas dan keamanan menjelang hari pemungutan suara pada 24 Mei mendatang.
Dalam sambutannya, Subandi menegaskan deklarasi damai bukan sekadar seremoni belaka, melainkan bentuk penguatan komitmen bersama agar pelaksanaan Pilkades berjalan aman, tertib, dan kondusif.
“Pagi hari ini kita mengadakan deklarasi damai mulai dari kepala desa, panitia hingga tim pemenangannya. Tujuannya untuk menjaga komitmen agar pelaksanaan tanggal 24 nanti berjalan baik sesuai agenda demokrasi di Kabupaten Sidoarjo,” ujar Subandi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pihak kecamatan, Polsek, dan Koramil untuk melakukan pendampingan secara melekat guna mencegah terjadinya konflik berkepanjangan pasca pemilihan kepala desa.
Menanggapi potensi kerawanan, Subandi mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Kapolresta, Dandim, dan Kajari telah melakukan pemetaan wilayah yang memiliki tensi politik tinggi. Dari hasil mapping tersebut, terdapat enam kecamatan yang masuk kategori rawan yakni Kecamatan Waru, Taman, Buduran, Tanggulangin, Krembung, dan Tulangan.
“Daerah rawan itu nanti akan ada pendampingan khusus. Kita turunkan personel di lapangan untuk menjaga kondisi agar tetap kondusif,” tegasnya.
Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan deklarasi damai oleh bupati dan forkopimda . Pemkab Sidoarjo berharap komitmen tersebut mampu menjaga suasana tetap sejuk serta meredam potensi gesekan antar pendukung setelah proses pemilihan berlangsung.
“harapan kita semuanya usai Pilkades, Jangan ada lagi konflik yang berkepanjangan. Sidoarjo selama ini selalu kondusif dalam agenda demokrasi, dan itulah yang harus kita jaga bersama,” pungkas Subandi. (*)






