Deklarasi SPMB 2025, Plt Bupati Gresik Tegaskan Harus Bersih dari Praktik Suap-Pungli

oleh -170 Dilihat
0158ba2d 2437 459c 9f0e 27dec9e9affd
Sosialisasi dan Deklarasi SPMB. (Foto: Ist)

KabarBaik.co — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mempertegas larangan praktik suap, gratifikasi dan pungutan liar (pungli) dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

Lewat sosialisasi dan deklarasi SPMB yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan, Kamis (15/5), Pemkab Gresik bertekad menciptakan sistem pendidikan yang transparan dan berintegritas.

Plt. Bupati Gresik Asluchul Alif, membuka acara sosialisasi sekaligus deklarasi SPMB yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto, serta para kepala sekolah negeri dari jenjang TK/PAUD hingga SMP se-Kabupaten Gresik.

Dalam forum itu, Alif menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawal penuh pelaksanaan PPDB yang bersih dari praktik curang.

“Jangan sampai ada biaya tambahan dalam proses SPMB. Jika ditemukan pelanggaran, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas,” ujar Alif dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap praktik pungutan tak resmi akan menjadi tanggung jawab penuh Dinas Pendidikan, didukung langsung oleh pimpinan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Gresik S. Hariyanto, menyampaikan lima prinsip utama dalam pelaksanaan SPMB yaitu objektivitas, transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan tanpa diskriminasi.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mensosialisasikan mekanisme SPMB, tetapi juga mendeklarasikan komitmen bersama untuk menjalankan proses ini sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.

Sebagai bentuk simbolik, seluruh peserta dari jajaran kepala sekolah hingga pejabat dinas turut membacakan deklarasi bersama. Ini menjadi pernyataan terbuka bahwa pendidikan Gresik menolak keras segala bentuk suap dan pungli, mulai dari pintu masuk sekolah.

Langkah ini menjadi respons atas kekhawatiran masyarakat terhadap potensi penyimpangan dalam proses PPDB yang kerap menciptakan ketimpangan akses pendidikan. Pemerintah Gresik berharap, sistem pendidikan yang bebas dari intervensi tak resmi dapat mencetak generasi yang tak hanya cerdas, tapi juga berintegritas.

Di tengah kompleksitas dunia pendidikan dan tingginya antusiasme orang tua dalam mencari sekolah terbaik bagi anak, Pemkab Gresik memilih bersikap tegas. Bagi siapa pun yang mencoba bermain-main di celah penerimaan siswa, pesan pemerintah jelas: jangan coba-coba, karena integritas bukan untuk diperjualbelikan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Wildan Zaky
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.