Diduga PMK, Satu Ekor Sapi Milik Warga Gedongombo Jombang Mati Mendadak

oleh -63 Dilihat
2bb1f3db a784 4063 a715 896e393e1fc2
Sapi warga yang mati mendadak. (Foto: Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Satu ekor ternak sapi milik warga Dusun Kalianyar, Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, mati mendadak.

Menurut Sarto, 52, pemilik ternak sapi mengatakan, sapinya itu awalnya hanya tidak mau makan, terus dia kasih makan dengan cara disuapin.

“Pada waktu sapi saya gak mau makan terus disuapin, setelah selang satu hari tiba tiba sapi itu roboh langsung kejang kejang,” ujarnya, Selasa (7/1).

Saat ditanya apakah ada gejala lain yang menyebabkan sapi tersebut mati mungkin ngiler atau muruh di mulut Sarto menjelaskan.

“Tidak ada gejala apa apa tiba tiba mati mendadak begitu saja, kejadiannya sekitar 20.00 WIB malam,” ucap Sarto.

Akibat dari kejadian itu Sarto mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

“Sebelumnya itu sudah di tawar oleh pembeli sekitar Rp 18 juta lebih,” pungkasnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Jombang Mochamad Saleh menyampaikan kematian ternak sapi di desa Gedongombo belum tentu kena PMK.

“Yang jelas belum tentu PMK ya karena pembinaan terakhir di wilayah Gedongombo saat itu Zero tidak ada hewan ternak yang terindikasi PMK,” kata Moch Saleh saat di konfirmasi melalui telepon seluler.

Lebih lanjut dikatakan Mochamad Saleh, pihaknya akan melakukan pengecekan di wilayah sekitar lokasi hewan ternak sapi yang mati mendadak.

“Nanti akan ada petugas yang datang kesana untuk mengecek hewan ternak di sekitar lokasi, ada gak yang terindikasi atau tidak,” tandasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.