KabarBaik.co, Banyuwangi – Untung Suripno, Kepala Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi diluruk ratusan warganya pada Senin (6/4). Ratusan warga itu mendatangi kantor desa untuk menuntut Untung, mundur dari jabatannya setelah muncul dugaan skandal asusila yang menyeret namanya
Aksi warga dipicu isu yang menyebar sejak Jumat (3/4) malam, setelah sejumlah warga mendapati Untung diduga bersama seorang perempuan berstatus janda yang juga warga Sukojati. Karena hal tersebut warga marah dan meminta pertanggungjawaban moral kepada sang kades.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukojati, Hariyanto, mengatakan warga telah membuat laporan ke BPD. Bersamaan dengan aksi di kantor desa juga dilakukan musyawarah mufakat.
“Dari sini kita lakukan musyawarah mufakat, termasuk meminta klarifikasi kepada kepala desa dan perwakilan warga untuk mencari kebenaran informasi tersebut,” ujar Hariyanto.
Menurut dia, BPD telah memfasilitasi musyawarah antara warga dan kepala desa untuk mencari kejelasan informasi yang beredar. Kepala Desa, Untung Suripno juga dihadirkan.
“Kami meminta kepala desa memberikan klarifikasi kepada khalayak umum seperti yang sudah dilakukan tadi. Terkait indikasi terjadinya dugaan asusila itu, kami tidak berani menyimpulkan dan kami juga tidak mengetahui serta tidak memiliki video tersebut,” imbuhnya.
Kepada ratusan warga, Untung akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia juga menyatakan siap diberhentikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Dengan ini saya selaku Kepala Desa Sukojati tulus meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi saat ini. Saya siap diberhentikan sebagai kepala desa sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” ucap Untung.
Meski demikian, Untung tidak memberikan penjelasan terkait kebenaran dugaan skandal maupun video yang disebut beredar di masyarakat. Usai menyampaikan pernyataan, ia langsung meninggalkan kantor desa tanpa memberi keterangan lebih lanjut.
Situasi di kantor desa berangsur kondusif setelah adanya pernyataan tertulis dari kepala desa. Warga kini menunggu proses pemberhentian berjalan sesuai aturan demi menjaga marwah Desa Sukojati.







