KabarBaik.co, Mojokerto – Tokoh pers nasional sekaligus mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan memuji Kota Mojokerto sebagai daerah kecil yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Bahkan, ia menyebut Kota Mojokerto mirip dengan Kota Reno di Nevada Utara, Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Dahlan saat menghadiri agenda Disway Explore Business with Dahlan Iskan East Java Series Mojokerto di Balai Kota Mojokerto.
Menurut Dahlan, luas wilayah bukan menjadi penentu sebuah daerah bisa maju dan dikenal luas. Ia menilai yang paling penting adalah kemampuan daerah menggali potensi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Mojokerto kota kecil tetapi tidak boleh merasa kecil. Kecil dan besar itu tidak penting. Yang penting ‘dewanya’ (potensinya),” kata Dahlan Jumat (22/5).
Dahlan menyebut Kota Mojokerto memiliki kemiripan dengan Kota Reno di Nevada Utara yang dikenal dengan slogan The Biggest Little City in the World.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemkot Mojokerto dalam mengembangkan UMKM, industri kreatif hingga sektor pendidikan. Menurutnya, berbagai potensi lokal seperti batik, industri sepatu dan penguatan SDM menjadi modal penting bagi Kota Mojokerto untuk terus berkembang.
“Daerah yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah harus bertumpu pada kualitas sumber daya manusianya, terutama pendidikan dan kreativitas masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mengaku bersyukur Kota Mojokerto dipilih dalam rangkaian kegiatan business trip tersebut.
Ia berharap kunjungan para pelaku usaha dari berbagai daerah dapat membuka peluang investasi baru sekaligus memperluas jejaring UMKM dan IKM lokal.
“Harapan kami kegiatan ini dapat membuka peluang investasi di Kota Mojokerto sehingga membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang saat ini mencapai 5,34 persen, sekaligus membuka jejaring bagi UMKM dan IKM agar bisa berkembang dan naik kelas,” tutur Ning Ita.
Kegiatan Disway Explore Business diikuti puluhan pelaku usaha dari berbagai daerah. Selain berdiskusi mengenai potensi ekonomi, rombongan juga mengunjungi Museum Gubug Wayang dan Galeri Soekarno Kecil untuk melihat potensi budaya dan sejarah Kota Mojokerto. (*)








