Dinkes Kota Batu Awasi Pasar Takjil, Uji Kandungan Bahan Berbahaya dan Bakteri

oleh -87 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 02 at 14.14.19
Pasar takjil di Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran makanan dan minuman (mamin) di sejumlah pasar takjil selama Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh produk yang dijual kepada masyarakat aman dikonsumsi.

Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengambil sampel berbagai jenis makanan dan minuman yang dijual pedagang. Upaya ini merupakan langkah preventif guna menekan potensi keracunan pangan selama Ramadan.

“Pengambilan sampel kami lakukan selama dua hari, yakni 24 hingga 25 Februari. Berbagai jenis takjil kami ambil untuk dilakukan pengujian,” ujar Esty, Senin (2/3).

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, pusat pasar takjil tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas di Kota Batu. Lokasi tersebut antara lain Pusdik Pendem, Balai Desa Junrejo, Desa Tlekung, Desa Oro-oro Ombo, Stadion Gelora Brantas, serta wilayah Kecamatan Bumiaji.

Dalam proses pemeriksaan, petugas tidak hanya melakukan pengecekan secara visual. Sampel makanan dan minuman juga diuji menggunakan alat uji cepat atau rapid test kit untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan kimia berbahaya.

“Ada empat parameter kimia yang menjadi fokus pengawasan, yakni metanil yellow, boraks, formalin, dan rhodamin B. Zat-zat ini sering disalahgunakan untuk mempercantik tampilan makanan atau memperpanjang masa simpan secara ilegal,” jelas Esty.

Selain pengujian kimia, petugas juga melakukan pemeriksaan bakteriologis guna mendeteksi keberadaan bakteri Escherichia coli. Keberadaan bakteri ini menjadi indikator kebersihan air dan higienitas dalam proses pengolahan makanan.

Esty menjelaskan, mekanisme penindakan dilakukan secara bertahap. Jika ditemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya, petugas tidak langsung melakukan penyitaan terhadap produk yang dijual pedagang.

Petugas terlebih dahulu melakukan uji ulang terhadap sampel. Apabila hasilnya masih menunjukkan ketidaksesuaian, pemeriksaan akan dilanjutkan ke tahap uji penegakan di laboratorium.
Pendekatan ini dilakukan agar proses penindakan lebih akurat sekaligus tetap mengedepankan pembinaan kepada para pedagang.

“Pengawasan rutin ini juga menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha agar lebih selektif dalam memilih bahan baku serta menjaga kebersihan proses produksi. Harapannya, masyarakat dapat menikmati takjil dengan rasa aman selama Ramadan,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.