Lahan TORA di Desa Tlekung Kota Batu Disulap Jadi Wisata Edukasi Agroforestri Giri Murti

oleh -56 Dilihat
IMG 20260423 WA0018
 Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto (kiri), melihat langsung lahan Wisata Edukasi Agroforestri. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Batu – Perjuangan panjang warga Dusun Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dalam memperjuangkan kepastian hukum atas tanah garapan akhirnya membuahkan hasil. Lahan tersebut kini resmi menjadi destinasi wisata edukasi agroforestri bertajuk Unit Usaha Giri Murti.

Peresmian dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, Kamis (23/4). Momentum ini menjadi simbol keberhasilan Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang telah diperjuangkan warga sejak beberapa tahun terakhir.

Hamparan lahan yang kini dipenuhi tanaman kopi menjadi bukti nyata bahwa legalitas tanah mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat. “Melihat lahan ini sekarang, saya sangat bangga. Dahulu kita berjuang keras demi kepastian hukumnya. Hari ini, tanah ini telah menghidupi masyarakat melalui pengelolaan luar biasa oleh KTH Guyub Rukun,” ujar Heli.

Heli menjelaskan, proses perjuangan tersebut telah dimulai sejak 2023, saat pemerintah daerah bersama masyarakat mengawal percepatan pelepasan kawasan hutan untuk reforma agraria. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil ketika Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) TORA kepada warga Desa Tlekung.

Kini pengelolaan kawasan dilakukan secara profesional oleh Koperasi Produsen Merah Putih Puthuk Sejahtera melalui Unit Usaha Giri Murti. Kawasan ini dikembangkan sebagai agroforestri terpadu yang menggabungkan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Kawasan ini tidak sekadar lahan tani, tetapi telah berkembang menjadi kawasan agroforestri terpadu. Ada produksi kopi, wisata edukasi, hingga ekonomi kreatif yang terintegrasi,” jelasnya.

Pemerintah Kota Batu juga berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan tersebut. Penguatan infrastruktur jalan akan dilakukan guna mendukung pertumbuhan kunjungan wisata. “Jika alam dirawat dengan baik, maka alam akan menghidupi kita. Ke depan, penguatan infrastruktur dan fasilitas penunjang akan terus kami dorong agar potensi Giri Murti semakin berkembang,” tambah Heli.

Di Giri Murti, wisatawan dapat menikmati pengalaman belajar budidaya kopi secara menyeluruh, mulai dari penanaman, panen, pengolahan pascapanen, hingga mencicipi hasil olahan kopi lokal.

Selain itu, tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti homestay di area perkebunan, kuliner tradisional khas desa, serta pendampingan akademis yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang. Model pengelolaan ini dinilai menjadi contoh keberhasilan reforma agraria yang tidak hanya berhenti pada legalisasi aset, tetapi juga berlanjut pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.