Pemkot Malang Genjot Produksi Padi Lewat Tanam Serentak, Salurkan 10 Ton Benih

oleh -58 Dilihat
IMG 20260423 WA0017
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama Kepala Dinas Pertanian tanam padi di lahan Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggenjot produksi padi melalui gerakan tanam serentak di sejumlah wilayah sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi potensi musim kemarau panjang pada 2026.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan percepatan masa tanam menjadi strategi penting agar produktivitas pertanian tetap optimal dengan memanfaatkan sisa musim hujan hingga akhir April. “Kita manfaatkan momentum hujan yang masih ada agar masa tanam tidak terlambat dan produksi tetap terjaga,” ujarnya, Kamis (23/4).

Gerakan percepatan tanam tersebut dilaksanakan serentak di beberapa titik. Salah satunya di Kelurahan Mulyorejo dengan luasan sekitar 1,1 hektare dari total 10 hektare lahan sawah yang tersedia. “Hari ini kami melaksanakan gerakan serentak percepatan menanam padi. Untuk di Mulyorejo ini ada sekitar 1,1 hektare yang ditanami,” jelasnya.

Ia menambahkan, masa panen padi diperkirakan berlangsung dalam 112 hingga 115 hari atau kurang dari empat bulan. Dengan pola tersebut, petani berpotensi melakukan panen hingga dua kali dalam setahun.

Menurut Wahyu, percepatan tanam memiliki dua tujuan utama, yakni mengantisipasi dampak kemarau panjang yang berpotensi mengganggu produksi pangan serta menjaga keberlangsungan lahan sawah agar tidak beralih fungsi. “Kami berharap stabilitas harga padi di Kota Malang tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tetap terjangkau,” imbuhnya.

Wahyu menegaskan, Pemkot Malang juga berkomitmen dalam mengendalikan alih fungsi lahan pertanian, sejalan dengan kebijakan Kementerian ATR/BPN terkait perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. “Jika tetap dipaksakan, maka proses perizinannya tidak akan ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan menjelaskan, percepatan tanam dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan pada masa pancaroba. Mengacu data BMKG, hingga akhir April 2026 wilayah Jawa Timur masih berpotensi mengalami hujan, meski kondisi iklim turut dipengaruhi fenomena El Niño kategori sedang.

“Langkah percepatan tanam ini menjadi strategi untuk menghindari potensi gagal panen akibat kekeringan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Malang juga menyalurkan bantuan benih padi kepada petani sebanyak 10 ton. Varietas yang digunakan yakni Inpari 32 dan Inpari 45 yang dinilai sesuai dengan kondisi lahan di Kota Malang. “Harapannya petani tidak lagi kesulitan dalam menyediakan benih untuk usaha taninya,” ungkap Slamet.

Selain di Mulyorejo, percepatan tanam juga telah dilakukan di empat kecamatan lainnya, dengan tanaman padi yang kini memasuki usia sekitar 35 hari.
Pemkot Malang mencatat total lahan sawah milik pemerintah mencapai 18,5 hektare, belum termasuk lahan pertanian milik masyarakat.

Meski belum mampu mencukupi kebutuhan beras secara mandiri, upaya ini diharapkan dapat menjaga produksi padi, menjamin pasokan pangan, serta menstabilkan harga beras di pasaran. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.