KabarBaik.co, Gresik – Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung operasional mitra makloon di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3).
Kunjungan dilakukan di Rice Milling Unit milik PT Sri Tani Berkah yang selama ini memproduksi beras untuk program Bantuan Pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Rizal didampingi Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Fahrurozi, Pemimpin Kantor Cabang Makassar Faris Sudirman, Komandan Kodim Maros Agung Yuhono, serta jajaran manajemen PT Sri Tani Berkah.
Dorong Inovasi Sekam Padi
Selain memastikan kualitas produksi beras program pemerintah, Ahmad Rizal menyoroti pentingnya inovasi dalam proses pengolahan padi, khususnya pemanfaatan sekam padi agar tidak terbuang percuma.
Ia menilai, hasil samping penggilingan padi tersebut masih memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
“Bulog mendorong pemanfaatan teknologi agar seluruh hasil samping dari proses penggilingan padi dapat dimanfaatkan secara optimal. Sekam padi yang selama ini sering terbuang dapat diolah menjadi arang atau produk bernilai ekonomi, sehingga memberikan tambahan manfaat bagi petani dan industri penggilingan padi,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Menurut dia, inovasi tersebut dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan nilai tambah di sektor pengolahan padi, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Ia berharap pengembangan teknologi pemanfaatan sekam padi bisa mulai diimplementasikan sebagai proyek percontohan di kedua wilayah tersebut.
Perkuat Ekosistem Perberasan
Mitra makloon Bulog memiliki peran penting dalam mendukung penugasan pemerintah melalui produksi beras program Bantuan Pangan (Banpang) serta beras SPHP yang didistribusikan kepada masyarakat.
Melalui kunjungan kerja ini, Bulog menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan mitra penggilingan padi.
Upaya tersebut dilakukan guna memastikan kualitas produksi beras tetap terjaga, mendukung kelancaran program pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan ekosistem industri perberasan nasional.(*)








