Diskusi Publik di Ploso Tegaskan Bung Karno Lahir di Jombang

oleh -299 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 18 at 2.29.32 PM
Diskusi warga Ploso menguatkan jejak sejarah kelahiran Bung Karno sekaligus mendorong pengembangan wisata sejarah di Jombang (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang– Warga Kecamatan Ploso, Jombang menggelar diskusi bertajuk ‘Episentrum Sejarah Bung Karno di Ploso dan Masa Depan Wisata Sejarah Kebangsaan’, Sabtu (18/4). Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat Titik Nol Soekarno, Gang Buntu, Desa Rejoagung.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber, mulai dari Inisiator Titik Nol Soekarno Binhad Nurrohmat, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri R.M Koeswartono, hingga penelusur sejarah Kompas Jombang Moch. Faisol. Acara juga diikuti sesepuh warga serta pelajar MAN 7 Jombang.

Dalam pemaparannya, Binhad menegaskan bahwa dasar historis kelahiran Presiden pertama RI, Soekarno, di Ploso sangat kuat. Ia menyebut, bukti tersebut didukung dokumen tertulis maupun cerita tutur masyarakat.

“Basis sejarah Bung Karno lahir di Ploso ini sangat kuat,” ujar Binhad.

Ia juga mengungkap sedikitnya ada lima titik penting yang berkaitan dengan masa kecil Bung Karno di Ploso. Mulai dari rumah kelahiran, Sekolah Desa tempat pertama kali belajar, Sekolah Ongko 2 tempat sang ayah mengajar, Langgar Kedungturi tempat mengaji, hingga SDN Ploso.

Sementara itu, Moch. Faisol menambahkan penguatan sejarah juga datang dari temuan arsip penting. Salah satunya foto kunjungan Bung Karno ke Ploso pada 1952.

“Di foto itu, Bung Karno sempat bertemu pengasuhnya semasa kecil, Mbok Suwi. Arsip ini saya temukan di Disperpusip Jatim tahun 2024,” jelasnya.

Di sisi lain, R.M Koeswartono menyoroti keterkaitan sejarah antara Jombang dan Kediri dalam perjalanan Bung Karno. Ia menyebut, jejaring sejarah Bung Karno kini terus dibangun di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jombang.

“Jombang ini menjadi bagian penting dalam jejaring sejarah Bung Karno,” katanya.

Ia berharap, pengembangan kawasan episentrum Bung Karno di Ploso tidak hanya berhenti pada pelurusan sejarah, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Ini penting, karena Bung Karno adalah tokoh dunia. Pelurusan sejarah bahwa beliau lahir di Ploso harus terus diperkuat,” tegasnya.

Antusiasme juga datang dari kalangan pelajar. Aulia Iga Mawarti, siswa MAN 7 Jombang, mengaku mendapat wawasan baru dari diskusi tersebut.

“Awalnya kami belum begitu tahu detailnya. Setelah ikut diskusi ini, jadi lebih paham kalau Bung Karno lahir di Ploso,” ujarnya.

Ia pun berharap, rumah kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung bisa ditetapkan sebagai cagar budaya sekaligus destinasi wisata sejarah.

“Biar bisa meningkatkan ekonomi warga dan generasi muda juga makin mengenal sejarah,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.