DLH Kota Batu Targetkan 10 TPS3R Baru, Ajukan Anggaran Rp 140 Miliar hingga 2029

oleh -143 Dilihat
IMG 20260427 WA0016
TPS3R Kelurahan Sisir, Kota Batu. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Batu – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu terus mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di sejumlah desa yang hingga kini belum memiliki fasilitas tersebut.

Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa desa yang belum memiliki TPS3R aktif. Di antaranya Desa Sidomulyo, Desa Bulukerto, Desa Bumiaji, serta Desa Pesanggrahan.

“Desa Bulukerto sebenarnya sudah memiliki TPS3R, namun belum berjalan optimal. Sementara Desa Pesanggrahan infrastrukturnya sudah ada, tinggal aktivasi saja. Jadi praktis masih ada tiga lokasi yang belum memiliki fasilitas aktif,” jelas Dian, Senin (27/4).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dian menyatakan, jika DLH Kota Batu telah mengajukan program LSDP (Local Service Delivery Project) yang direncanakan berjalan hingga tahun 2029. “Dalam program ini, Pemkot Batu menargetkan pembangunan 10 TPS3R baru dan komunal, masing-masing dengan kapasitas pengolahan 10 ton sampah per hari,” tegasnya.

Tak hanya itu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) juga direncanakan akan ditingkatkan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) guna memusatkan pengolahan sampah residu dengan kapasitas mencapai 50 ton per hari.

“Total anggaran yang kami ajukan sekitar Rp 140 miliar. Namun kami masih menunggu berapa yang nantinya disetujui. Targetnya dalam lima tahun ke depan, pengelolaan sampah di Kota Batu bisa lebih tuntas, meskipun jumlah penduduk dan volume sampah terus meningkat,” ujarnya.

Selain penguatan infrastruktur, DLH juga menyiapkan skenario pengiriman sampah ke Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa/PSEL). Kota Batu berkomitmen mengirimkan sekitar 38,09 ton sampah per hari, dengan potensi meningkat hingga 60-70 ton per hari.

Namun demikian, Dian menekankan bahwa kesiapan armada pengangkut menjadi tantangan tersendiri. Dengan asumsi satu dump truck berkapasitas 5 ton, dibutuhkan setidaknya 10 unit tambahan untuk mendukung distribusi sampah ke fasilitas pengolahan.

“Jarak pengiriman yang lebih jauh membuat ritasi tidak bisa lagi dua kali sehari. Jadi kebutuhan armada harus benar-benar diperhitungkan,” tandasnya. Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Batu optimistis sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan dapat segera terwujud. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.