KabarBaik.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu memastikan pengelolaan sampah tetap menjadi program prioritas pemerintah daerah, meski belum seluruh wilayah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Hingga kini masih ada empat wilayah desa dan kelurahan yang belum mengaktifkan TPS3R, yakni Desa Pesanggrahan, Desa Torongrejo, Desa Bumiaji, dan Kelurahan Ngaglik. Dari jumlah itu, satu TPS3R di Desa Pesanggrahan sedang dibangun dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.
Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menegaskan bahwa tiga wilayah lainnya masih menunggu kesiapan lahan agar pembangunan bisa segera dilakukan. “Kalau lahan tiga TPS3R lainnya siap, pembangunannya akan menyusul pada 2027,” ujarnya, Senin (3/11).
Dian menekankan, pemerintah desa dan kelurahan terkait diminta segera menyiapkan lokasi agar rencana pembangunan bisa masuk dalam pembahasan anggaran berikutnya. “Jika lahan siap, perencanaan bisa langsung dibahas dan diusulkan dalam anggaran berikutnya,” tegasnya.
Sambil menunggu kesiapan tersebut, DLH mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan partisipatif di tingkat RW dan dusun. Langkah ini ditempuh agar pengelolaan tetap berjalan meski belum ada fasilitas TPS3R.
“Kami bantu peralatan seperti tong komposter dan memperkuat unit bank sampah agar pengelolaan tidak terhenti,” jelasnya.
Dian juga menegaskan bahwa meskipun tahun depan Pemkot Batu menghadapi pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), program pengelolaan sampah tidak akan ditinggalkan. “Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah. Bahkan ada yang sudah berkembang hingga tingkat dusun, seperti bank sampahnya,” imbuhnya.
Dengan langkah ini, DLH berharap penanganan sampah di seluruh wilayah Kota Batu dapat merata, sekaligus menggerakkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (*)







