Dolar Menguat, Disperindag Blitar Pantau Peluang Kenaikan Nilai Ekspor

oleh -78 Dilihat
IMG 20260626 WA0043
Ilustrasi eksport dan import. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha ekspor di Kabupaten Blitar. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar masih memantau dampak riil di lapangan karena kondisi pasar global yang belum sepenuhnya stabil.

Sekretaris Disperindag Kabupaten Blitar, Murlina mengatakan, sejumlah produk unggulan Kabupaten Blitar selama ini telah menembus pasar internasional. Mulai dari furnitur, kerajinan tangan, kendang jimbe, tanaman hias hingga ikan koi.

Menurutnya, secara perhitungan bisnis, pelemahan rupiah dapat menjadi keuntungan bagi eksportir karena transaksi ekspor umumnya menggunakan mata uang dolar AS. “Kalau kita bicara aktivitas ekspor, dengan adanya kenaikan nilai tukar dolar saat ini, secara matematis memang bisa mendatangkan persentase keuntungan yang bertambah bagi para pelaku usaha di Blitar,” ujarnya.

Namun, Murlina mengingatkan bahwa keuntungan tersebut tidak serta-merta dirasakan seluruh eksportir. Sebab, kondisi perdagangan internasional saat ini masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada permintaan pasar luar negeri.

“Kita belum bisa memastikan seberapa besar dampaknya. Karena selain kurs, faktor permintaan pasar juga sangat menentukan. Kalau permintaan turun, tentu pengaruh penguatan dolar tidak akan maksimal,” katanya.

Karena itu, Disperindag saat ini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ekspor dari Kabupaten Blitar. Pendataan dilakukan untuk mengetahui apakah volume pengiriman produk ke luar negeri masih stabil atau justru mengalami penurunan akibat perlambatan ekonomi dunia.

“Kita ketahui bersama kondisi perekonomian dunia saat ini masih fluktuatif. Kami terus mencari informasi dan memantau apakah volume ekspor dari para pengusaha kita tetap berjalan stabil atau ikut terdampak,” jelasnya.

Di tengah situasi tersebut, Disperindag tetap mendorong peningkatan daya saing produk lokal melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan. Langkah itu dilakukan agar pelaku usaha mampu mempertahankan pasar ekspor yang sudah dimiliki sekaligus membuka peluang pasar baru.

“Penguatan kurs memang bisa menjadi peluang, tetapi kualitas produk tetap menjadi faktor utama. Karena itu kami terus melakukan pendampingan agar produk unggulan Kabupaten Blitar semakin mampu bersaing di pasar internasional,” pungkasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.