KabarBaik.co, Blitar – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah membuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha ekspor di Kabupaten Blitar. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar masih memantau dampak riil di lapangan karena kondisi pasar global yang belum sepenuhnya stabil.
Sekretaris Disperindag Kabupaten Blitar, Murlina mengatakan, sejumlah produk unggulan Kabupaten Blitar selama ini telah menembus pasar internasional. Mulai dari furnitur, kerajinan tangan, kendang jimbe, tanaman hias hingga ikan koi.
Menurutnya, secara perhitungan bisnis, pelemahan rupiah dapat menjadi keuntungan bagi eksportir karena transaksi ekspor umumnya menggunakan mata uang dolar AS. “Kalau kita bicara aktivitas ekspor, dengan adanya kenaikan nilai tukar dolar saat ini, secara matematis memang bisa mendatangkan persentase keuntungan yang bertambah bagi para pelaku usaha di Blitar,” ujarnya.
Namun, Murlina mengingatkan bahwa keuntungan tersebut tidak serta-merta dirasakan seluruh eksportir. Sebab, kondisi perdagangan internasional saat ini masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada permintaan pasar luar negeri.
“Kita belum bisa memastikan seberapa besar dampaknya. Karena selain kurs, faktor permintaan pasar juga sangat menentukan. Kalau permintaan turun, tentu pengaruh penguatan dolar tidak akan maksimal,” katanya.
Karena itu, Disperindag saat ini terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan ekspor dari Kabupaten Blitar. Pendataan dilakukan untuk mengetahui apakah volume pengiriman produk ke luar negeri masih stabil atau justru mengalami penurunan akibat perlambatan ekonomi dunia.
“Kita ketahui bersama kondisi perekonomian dunia saat ini masih fluktuatif. Kami terus mencari informasi dan memantau apakah volume ekspor dari para pengusaha kita tetap berjalan stabil atau ikut terdampak,” jelasnya.
Di tengah situasi tersebut, Disperindag tetap mendorong peningkatan daya saing produk lokal melalui berbagai program pendampingan dan pelatihan. Langkah itu dilakukan agar pelaku usaha mampu mempertahankan pasar ekspor yang sudah dimiliki sekaligus membuka peluang pasar baru.
“Penguatan kurs memang bisa menjadi peluang, tetapi kualitas produk tetap menjadi faktor utama. Karena itu kami terus melakukan pendampingan agar produk unggulan Kabupaten Blitar semakin mampu bersaing di pasar internasional,” pungkasnya. (*)





