KabarBaik.co, Jember – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember menunjukkan sikap kritis terhadap kinerja pemerintah daerah. Hal ini tercermin dari melonjaknya jumlah rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jember Tahun Anggaran 2025.
Tak tanggung-tanggung, parlemen Kota Pandalungan tersebut mengeluarkan 44 butir rekomendasi, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 34 poin.
Juru Bicara Pansus LKPJ DPRD Jember, Edo Rahmanta Ersu Putra, menegaskan bahwa LKPJ tidak boleh sekadar menjadi rutinitas administratif atau formalitas tahunan.
“LKPJ harus menyajikan keterkaitan yang jelas antara perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil pembangunan. Dengan begitu, hubungan antartahapan bisa dinilai secara tepat dan menjadi alat evaluasi kinerja yang utuh,” ujar Edo, Rabu (15/4).
Salah satu poin krusial yang disoroti dewan adalah kedisiplinan dalam penataan indikator kinerja. DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk lebih transparan dan presisi dalam membedakan indikator Kinerja Utama dalam RPJMD, RKPD dan Indikator Pendukung lainnya.
Hal ini bertujuan agar tidak terjadi multitafsir dalam mengukur keberhasilan program. Edo menambahkan, jika ada target yang tidak tercapai, pemerintah harus berani menyampaikannya secara terbuka disertai analisis penyebab dan langkah korektif yang jelas.
Kendali Mutu dan Substansi Laporan
DPRD juga meminta Bagian Tata Pemerintahan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperkuat fungsi kendali mutu (quality control).
Penyusunan LKPJ diharapkan tidak hanya sekadar menghimpun data mentah, tetapi juga menguji validitas dan kualitas substansi laporan agar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Selain masalah administrasi dan indikator, 44 rekomendasi tersebut menyasar berbagai sektor vital, di antaranya, Infrastruktur, Ekonomi, Sosial & Layanan Dasar serta Ketahanan.
Peningkatan jumlah rekomendasi ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Jember akan lebih memperketat fungsi pengawasan terhadap jalannya roda pemerintahan di masa mendatang. (*)






