KabarBaik.co, Malang – DPRD Kota Malang menggelar rapat paripurna untuk mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8).
Rapat paripurna yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Kota Malang itu dipimpin Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita. Sejumlah unsur Forkopimda Kota Malang turut hadir, di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin.
Hadir pula jajaran pimpinan dan anggota DPRD, pejabat Pemerintah Kota Malang, pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi swasta hingga insan pers.
Dalam kegiatan tersebut, Amithya mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai sarana memperkuat persatuan dan kesatuan. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kerja bersama.
“Marilah kita jadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini sebagai momentum untuk semakin memperkuat tali persatuan dan kesatuan, serta mendukung Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujarnya.
Ia menilai tantangan bangsa ke depan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Kolaborasi tersebut harus dibangun dengan berlandaskan Pancasila serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Selain persatuan, Amithya juga menyoroti pentingnya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Ia secara khusus mendorong masyarakat memberikan dukungan lebih besar terhadap produk UMKM lokal.
“Upaya nyata kita bersama adalah menumbuhkan kembali kecintaan terhadap produk dalam negeri, utamanya produk-produk UMKM lokal, agar UMKM kita dapat bangkit dan naik kelas,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan UMKM memiliki arti penting bagi perekonomian daerah. Sektor tersebut tidak hanya menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Setelah sambutan Ketua DPRD, rapat dilanjutkan dengan doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, pimpinan sidang menyerahkan jalannya acara kepada sekretariat DPRD Kota Malang untuk mengikuti secara langsung Sidang Tahunan MPR RI serta Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan sejumlah capaian pemerintah, termasuk di sektor pangan dan energi. Indonesia disebut telah mencapai swasembada sejumlah komoditas pangan seperti beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Untuk kebutuhan daging, pemerintah menargetkan swasembada dapat dicapai dalam lima hingga enam tahun mendatang. Di sektor energi, Prabowo menyebut pemerintah mulai mewujudkan swasembada bahan bakar minyak melalui pemanfaatan biodiesel berbasis kelapa sawit.
“Mulai 1 Juli 2026, kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri,” kata Prabowo.
Kebijakan tersebut, menurut Presiden, mampu menghemat devisa hingga sekitar Rp 170 triliun atau setara 9,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Prabowo juga menegaskan sejumlah program pemerintah, seperti makanan bergizi, bantuan sosial, dan hilirisasi, telah berjalan serta mulai dirasakan masyarakat. Meski demikian, Presiden mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak cepat berpuas diri. Sebaliknya, berbagai keberhasilan harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih keras.
“Ini bukan alasan untuk kita berpuas diri; ini adalah rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi,” tegasnya.
Presiden turut menekankan pembangunan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Pemerintah daerah, lembaga negara, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan kemajuan Indonesia.
“Pembangunan bangsa bukan pekerjaan presiden seorang diri, bukan pekerjaan hanya pemerintah; republik ini dibangun oleh kerja sama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh elemen dari masyarakat,” ujarnya.
Pidato kenegaraan tersebut juga menyoroti supremasi hukum, akuntabilitas lembaga negara, akses masyarakat terhadap keadilan, serta tantangan geopolitik global yang dapat berdampak terhadap perekonomian nasional.
Di tengah situasi tersebut, Indonesia didorong semakin memperkuat kemandirian nasional agar mampu berdiri di atas kaki sendiri dan mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar.
Rapat paripurna DPRD Kota Malang kemudian mengikuti rangkaian pidato kenegaraan hingga selesai. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan menjadi penguat semangat persatuan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi melalui keberpihakan terhadap produk dalam negeri dan UMKM lokal. (*)








