KabarBaik.co, Sidoarjo – Lesunya daya beli masyarakat mulai berdampak pada aktivitas perdagangan di Sentra Kuliner lontong Kupang yang terletak di Seruni, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Sejumlah lapak UMKM yang sebelumnya ramai kini harus menghadapi kondisi sepi pengunjung dan transaksi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Sidoarjo.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kusumo Adi Nugroho, menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Menurutnya, perlu langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor agar geliat ekonomi para pelaku UMKM di Sentra Kuliner Seruni kembali bergerak.
Kusumo mendorong adanya sinergi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membenahi pengelolaan sekaligus memperkuat daya tarik kawasan kuliner tersebut.
“Mungkin ada beberapa hal yang harus kita lakukan dan kita juga harus bekerja sama dari dinas-dinas terkait, terutama Disperindag dan Disporapar,” ujarnya kepada KabarBaik.co, Selasa (11/8).
Menurutnya, Sentra Kuliner Seruni memiliki potensi besar untuk kembali menjadi salah satu tujuan wisata kuliner di Sidoarjo. Keberadaan kuliner khas olahan kupang menjadi modal yang dapat dikembangkan sebagai identitas sekaligus daya tarik kawasan tersebut.
“Kita ingin sentra kuliner ini kembali ramai, bukan hanya dari sisi pedagangnya, tetapi juga bagaimana masyarakat luar Sidoarjo tahu bahwa di sini ada kuliner khas yang bisa menjadi salah satu tujuan wisata kuliner,” tambahnya.
Tak hanya mengandalkan pembenahan fasilitas, Kusumo juga menilai strategi promosi harus mengikuti perkembangan zaman. Pemanfaatan media sosial dinilai menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengenalkan kembali keberadaan Sentra Kuliner Seruni kepada masyarakat.
Konten kreatif, video profil UMKM, hingga promosi produk para pedagang dapat dikemas secara menarik dan disebarluaskan melalui berbagai platform digital. Dengan begitu, informasi mengenai kuliner khas dan aktivitas perdagangan di Seruni tidak hanya menyasar warga sekitar, tetapi juga berpeluang menjangkau konsumen dari luar daerah.
Kusumo berharap strategi promosi yang dilakukan secara terstruktur dan melibatkan lintas instansi mampu mendongkrak kembali kunjungan masyarakat. Jika pengunjung kembali ramai, transaksi para pelaku UMKM pun diharapkan ikut meningkat sehingga Sentra Kuliner Seruni kembali menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus destinasi kuliner khas Sidoarjo.(*)







