KabarBaik.co, Sidoarjo– Aksi demo para pengemudi ojek online (ojol) mulai bergerak menuju Surabaya dari sebagian massa yang sebelumnya berkumpul di Alun-Alun Sidoarjo, Selasa (28/4).
Iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat tersebut melintas di sejumlah ruas utama menuju Surabaya. Aksi konvoi ini diperkirakan akan memadati jalur Buduran, Gedangan, Aloha, hingga kawasan Waru.
Setibanya di Bundaran Waru, massa kemudian diarahkan menuju titik kumpul lanjutan di kawasan Cito (City of Tomorrow). Lokasi ini menjadi pusat konsolidasi sebelum peserta aksi melanjutkan agenda berikutnya.
Di titik tersebut, para driver dijadwalkan menggelar orasi untuk menyuarakan tuntutan mereka kepada pemerintah dan pihak aplikator. Suasana diprediksi akan dipenuhi atribut aksi serta seruan dari para peserta.
Humas DOBRAK (Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal Jawa Timur), Samuel Grandy Kalengkongan, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk perjuangan kolektif para driver online.
“Setelah bergerak dari Sidoarjo, kami akan berkumpul di Cito dan melanjutkan orasi untuk menyampaikan tuntutan kami secara terbuka,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, terdapat tiga tuntutan utama yang disuarakan para driver ojol merupakan:
– Mendesak DPRD Jawa Timur untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur sanksi administratif hingga pemblokiran aplikator transportasi online, baik roda dua maupun roda empat, yang melanggar aturan di Jawa Timur.
– Menuntut Gubernur Jawa Timur untuk memberikan sanksi sosial berupa surat peringatan kepada aplikator yang tidak mematuhi SK Gubernur, serta mengeluarkan surat rekomendasi kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
– Meminta penghapusan seluruh program aplikator yang dinilai melanggar tarif sesuai SK Gubernur Jawa Timur, yakni Rp 2.000 per kilometer untuk layanan roda dua dan Rp 3.800 per kilometer sebagai tarif bersih yang diterima driver roda empat. Aksi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka mendapat respons dari pihak terkait.
“Kami berharap pihak pemerintah memberikan kebijakan untuk tuntutan kami para driver ojol, dan kami mohon maaf apabila perjalanan para pengguna jalan tersendat akibat adanya demo yang kami lakukan hari ini,“ pungkasnya (*)






