DTPHP Malang Kembangkan Padi Sukma, Hasil Panen Bisa 2 Kali Lipat

oleh -139 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 28 at 2.48.46 PM
Ilustrasi hamparan tanaman padi yang berada di wilayah Kabupaten Malang (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang terus melakukan inovasi di sektor pertanian dengan mengembangkan tiga varietas padi unggul guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

Tiga varietas yang saat ini menjadi fokus pengembangan yakni Padi Sukma, Padi Sukonandi, dan Padi Kasima. Ketiganya diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta menghasilkan beras unggulan bagi petani di Kabupaten Malang.

Kepala DTPHP Kabupaten Malang Avicenna Medisica Saniputera mengatakan saat ini ketiga varietas tersebut masih dalam tahapan penelitian, pengembangan hingga proses administrasi sebelum nantinya dapat disebarluaskan secara resmi kepada para petani.

“Pengembangan varietas unggul ini menjadi salah satu upaya kami dalam meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya, Kamis (28/5).

Salah satu varietas yang paling menonjol adalah Padi Sukma. Varietas yang dikembangkan oleh petani asal Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Ngateman, itu memiliki produktivitas tinggi.

Jika padi biasa rata-rata menghasilkan sekitar tujuh ton per hektare, maka Padi Sukma mampu menghasilkan hingga 12 sampai 15 ton per hektare.

Menurut Avi, saat ini pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia agar varietas tersebut bisa memperoleh izin edar resmi.

“Kalau SK-nya cepat turun, Insyaallah tahun depan sudah bisa kami rilis dan penyebarannya lebih masif kepada masyarakat petani,” katanya.

Selain Sukma, DTPHP juga tengah melakukan penelitian terhadap Padi Sukonandi yang berasal dari wilayah Kecamatan Singosari dan Kecamatan Karangploso.

Varietas lokal tersebut dikenal sebagai padi Jawa dengan usia tanam sekitar lima bulan. Saat ini penelitian difokuskan untuk mempercepat masa panen menjadi sekitar empat bulan tanpa mengurangi kualitas pertumbuhan tanaman.

“Itu sedang kami kejar dulu agar usia tanamnya lebih singkat dan performanya stabil sebelum diusulkan menjadi padi unggulan,” jelasnya.

Sementara itu, varietas Padi Kasima masih menjalani proses evaluasi akademik. Varietas tersebut belum lolos sidang ilmiah yang melibatkan puluhan profesor bidang pertanian sehingga masih memerlukan sejumlah perbaikan penelitian.

“Kasima masih perlu perbaikan laporan penelitian dan kemungkinan akan menjalani sidang ulang,” terang Avi.

DTPHP Kabupaten Malang berharap pengembangan tiga varietas padi unggul tersebut dapat berjalan lancar sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Kabupaten Malang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.