Dua Pekan Tak Sekolah karena Butuh Pendampingan Khusus, Siswi SDN Pranti Sidoarjo Akhirnya Kembali Belajar

oleh -126 Dilihat
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih saat mendatangi kediaman siswi L. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih saat mendatangi kediaman siswi L. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Sempat dua pekan tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar, seorang siswi kelas 1 SDN Pranti, Sedati, Sidoarjo dipastikan dapat kembali bersekolah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo meminta bocah berusia 7 tahun itu kembali masuk sekolah mulai besok.

L sebelumnya diketahui tidak mengikuti pembelajaran setelah mengalami sulit komunikasi dalam proses belajar di kelas. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah menilai L membutuhkan pendampingan khusus agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif.

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dari Tarkit, politisi senior PDIP yang juga merupakan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo. Ia turun langsung kerumah pelajar tersebut Rabu (19/8) untuk mendampingi keluarga dan mendorong agar L tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa harus membebani orang tuanya.

Tarkit menegaskan, kebutuhan pendampingan khusus tidak semestinya membuat seorang anak kehilangan kesempatan untuk bersekolah. Menurutnya, persoalan tenaga pendamping harus dicarikan solusi oleh pemerintah, terlebih kondisi ekonomi keluarga L tergolong terbatas.

“Kembali lagi jangan pada sepotong, ya karena itu banyak faktor, salah satunya karena di situ tidak ada guru pendidik, karena anak ini butuh penanganan khusus. Kami dari Dewan menginginkan karena kondisi orang tua seperti itu, pokoknya jangan sampai mengeluarkan anggaran sepersen pun untuk pendidikan si anak. Kita tahu semua kondisi keluarganya seperti itu,” tegas Tarkit.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, memastikan L tidak pernah dikeluarkan dari SDN Pranti 1. Statusnya hingga kini masih tercatat sebagai peserta didik sekolah tersebut dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) nanti akan ada Garu Pendidik Khusus (GPK).

“Ini saya ingin mengklarifikasi bahwa tidak benar informasi bahwa anak ini dikembalikan, tidak boleh sekolah. Buktinya proses anak ini di Dapodik dilakukan oleh sekolah. Kami sudah koordinasi dengan kepala UPTD untuk pendampingan khusus. Besok kami minta anaknya sekolah, masuk sekolah lagi. Selama ini ya tetap sebagai siswa yang memang seharusnya tetap bersekolah di SD Negeri Pranti,” terang Netti Lastiningsih.

Netti menjelaskan, pihak Dispendikbud telah berkoordinasi dengan UPTD Gedangan untuk melakukan assessment terhadap kondisi L. Hasil assessment nantinya menjadi dasar untuk menentukan bentuk pendampingan yang paling sesuai dengan kebutuhan L selama mengikuti pembelajaran.

Di sisi lain, Sri Wahyuni, 38, ibu kandung L, mengungkapkan kondisi keluarga yang membuat pilihan sekolah khusus cukup berat. Sri merupakan ibu rumah tangga, sedangkan suaminya sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan.

Sri berharap anaknya tetap bisa bersekolah di SDN Pranti 1 yang lokasinya dekat dengan rumah. Ia mengaku kesulitan jika harus mengantar L ke sekolah khusus di Gedangan karena jaraknya jauh dan membutuhkan biaya tambahan.

“Nggak sekolah, belajar di rumah sementara dan guru SD bilang kalau pengin sekolah di SDN Pranti harus pakai guru pendamping. Kalau di sekolah khusus itu pertama Rp1 juta, berikutnya mboten ngertos (red/tidak tahu). Tempatnya jauh di Gedangan, nggak bisa pakai sepeda motor saya. Harapannya ya biar sekolah di SDN Pranti saja, biar dekat,” tutur Sri Wahyuni.

Dengan adanya penanganan dari DPRD dan Dispendikbud Sidoarjo, L diharapkan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN Pranti 1 mulai besok. Sementara kebutuhan pendampingan akan ditindaklanjuti melalui assessment agar L tetap mendapatkan layanan pendidikan sesuai kebutuhannya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.