KabarBaik.co, Surabaya – Penyanyi muda berbakat, Fadhilah Intan, kembali menyapa penikmat musik melalui konser intimate bertajuk “Seraya 2.0 — Celebrating New Chapters Through Memories and Melodies” yang digelar di Surabaya, Minggu (26/4).
Konser ini menjadi momen penting bagi Fadhilah Intan untuk merangkum perjalanan musikalnya sekaligus menandai langkah baru dalam karier bermusik. Mengusung konsep intimate, “Seraya 2.0” menghadirkan suasana hangat dan personal, di mana setiap lagu yang dibawakan menjadi representasi kenangan, proses, serta pertumbuhan dirinya sebagai musisi.
Dalam konser tersebut, Fadhilah tidak tampil sendiri. Ia berbagi panggung bersama sejumlah musisi yang memiliki peran penting dalam perjalanannya, di antaranya Barsena Bestandhi, Yogie Nandes, Laura Geraldine, serta produser musik Hendro Djasmoro. Kolaborasi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus perjalanan panjang yang mereka lalui dalam industri musik.
Atmosfer konser semakin kuat dengan iringan String Orchestra of Surabaya (SOOS) di bawah arahan Andre Lizt, yang menghadirkan nuansa musikal lebih emosional dan megah. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah penampilan eksklusif lagu terbaru Fadhilah Intan yang untuk pertama kalinya diperdengarkan kepada publik. Lagu tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan musisi asal Malaysia, Daniesh Suffian, yang memberikan warna baru dalam perjalanan musiknya.
Tak hanya itu, nuansa kekeluargaan turut mewarnai panggung “Seraya 2.0”. Fadhilah tampil bersama adik-adiknya, yakni Shafira Putri, Erina Surviva, Corraina Mutiara, dan Queen Risma, menghadirkan kedekatan emosional yang semakin memperkuat konsep konser yang hangat dan personal.
Dalam kesempatan tersebut, Fadhilah mengungkapkan bahwa perjalanan menuju titik ini bukanlah hal yang mudah. Ia memulai karier dari mengikuti berbagai lomba menyanyi di pusat perbelanjaan hingga mencoba peruntungan di ajang pencarian bakat. Dari ratusan bahkan ribuan konten yang dibuat, hanya segelintir yang akhirnya membuka jalan baginya untuk dikenal lebih luas.
“Semua tidak instan. Dari banyak usaha yang dilakukan, akhirnya ada satu momen yang membuka jalan. Dan salah satu yang sangat berperan adalah kepercayaan dari Mas Hendro,” ungkapnya.
Sementara itu, Hendro Djasmoro, pencipta lagu Dawai, menuturkan bahwa pemilihan Fadhilah Intan sebagai penyanyi lagu tersebut bukanlah kebetulan. Ia menilai karakter vokal dan perjalanan Fadhilah selaras dengan emosi yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut.
“Kami mencari penyanyi yang paling cocok dengan karakter lagu. Saat melihat Fadhilah, terasa ada kecocokan yang kuat. Bagi saya, dia adalah sosok yang punya semangat luar biasa dan terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Hendro, perjalanan Fadhilah dari membawakan lagu cover hingga kini mampu menggelar konser sendiri menjadi bukti konsistensi dan ketekunannya dalam bermusik. “Seraya 2.0” tidak sekadar menjadi konser, tetapi juga perayaan perjalanan, kenangan, dan harapan akan masa depan yang lebih luas. Momen ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Fadhilah Intan yang jatuh pada bulan April.
Melalui konser ini, Fadhilah berharap dapat semakin dekat dengan para pendengarnya, sekaligus membagikan cerita di balik setiap melodi yang ia nyanyikan—sebuah perjalanan yang penuh perjuangan, harapan, dan mimpi yang terus bertumbuh. (*)








