KabarBaik.co, Blitar – Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Blitar memicu penolakan dari lingkungan SDN Tegalrejo 01. Penyebabnya, proyek tersebut disebut bakal menggunakan sebagian area dan fasilitas sekolah.
Penolakan datang dari komite sekolah, wali murid hingga masyarakat sekitar. Mereka khawatir pembangunan KDMP justru berdampak terhadap kenyamanan proses belajar mengajar siswa.
Wakil Komite SDN Tegalrejo 01 Sutamam, mengatakan pihak sekolah sebenarnya mendukung program pemerintah. Namun, pembangunan dinilai tidak tepat jika harus mengorbankan sarana pendidikan.
“Kalau program pemerintah tentu kami mendukung. Tapi jangan sampai fasilitas sekolah ikut dikorbankan,” ujarnya, Selasa (5/5).
Sejumlah fasilitas yang disebut terdampak antara lain ruang kepala sekolah, ruang guru hingga laboratorium komputer. Padahal menurut pihak sekolah, seluruh ruangan tersebut masih digunakan untuk menunjang aktivitas pendidikan sehari-hari.
Komite juga menolak anggapan bahwa bangunan sekolah yang akan dipakai merupakan ruang kosong. Sebab, seluruh sarana disebut masih aktif dimanfaatkan.
“Jangan hanya melihat dari luar lalu dianggap tidak terpakai. Semua fasilitas di sini masih digunakan,” katanya.
Selain bangunan, area terbuka sekolah juga dikhawatirkan ikut berkurang. Wali murid menilai halaman sekolah penting untuk aktivitas siswa seperti olahraga dan upacara.
Penolakan terhadap proyek tersebut sudah beberapa kali disampaikan dalam forum musyawarah bersama pemerintah desa dan pihak terkait. Namun hingga kini belum ditemukan titik temu.
Bahkan, sebagai bentuk protes, sejumlah wali murid dan warga memasang tulisan penolakan di area pagar sekolah usai rapat terakhir digelar.
“Kami hanya ingin kegiatan belajar anak-anak tetap nyaman dan tidak terganggu,” pungkasnya.(*)







