KabarBaik.co, Blitar – Fluktuasi debit air Sungai Brantas dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian serius, terutama bagi aktivitas penyeberangan warga di wilayah Kabupaten Blitar.
Perubahan volume air yang dipicu curah hujan di wilayah hulu menyebabkan arus sungai menjadi tidak stabil. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi keselamatan transportasi penyeberangan atau tambangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar Puguh Imam Susanto, mengatakan pemantauan kondisi sungai kini menjadi prioritas utama.
“Kami melihat debit air mengalami fluktuasi. Operator harus mengutamakan keselamatan. Jika arus terlalu deras, operasional harus menyesuaikan,” ujarnya, Minggu (5/4).
Ia menjelaskan, kondisi debit yang naik-turun tidak hanya berdampak pada kecepatan arus, tetapi juga membawa material seperti kayu dan rumpun bambu yang berisiko mengganggu laju perahu.
“Material yang terbawa arus bisa meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diantisipasi,” jelasnya.
Dishub juga mendorong komunikasi aktif antaroperator penyeberangan, terutama untuk mempercepat penyampaian informasi dari wilayah hulu.
Di lapangan, sebagian warga mulai memilih jalur darat meski harus menempuh jarak lebih jauh. Namun bagi masyarakat yang masih bergantung pada penyeberangan, kewaspadaan menjadi hal utama.
“Keselamatan tidak bisa ditawar. Aktivitas penyeberangan harus menyesuaikan kondisi alam,” tegasnya.(*)







