Gandeng IKA Unair, Pemkab Jember Kejar Percepatan Pengentasan Kemiskinan

oleh -110 Dilihat
Pelantikan pengurus IKA Unair Jember di Pendopo Wahyawibawagraha. (Foto: Ist)
Pelantikan pengurus IKA Unair Jember di Pendopo Wahyawibawagraha. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi menggandeng Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Jember dalam upaya mempercepat penanganan masalah sosial dan ekonomi.

Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang bertepatan dengan pelantikan pengurus IKA Unair Jember di Pendopo
Wahyawibawagraha, Senin (27/7) malam.

Bupati Jember Muhammad Fawait, menyoroti persoalan kemiskinan sebagai tantangan utama yang harus dituntaskan secara bergotong royong. Saat ini, Jember mencatatkan jumlah warga miskin secara absolut tertinggi kedua di Jawa Timur di bawah Kabupaten Malang.

“Akar dari berbagai persoalan daerah selama sepuluh tahun terakhir seperti tingginya stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), hingga Angka Kematian Bayi (AKB) adalah kemiskinan. Jika masalah dasarnya terurai, persoalan turunan lainnya otomatis bisa kita selesaikan,” ujar Gus Fawait.

Sebagai alumni Doktor Ilmu Ekonomi Unair, Gus Fawait menegaskan bahwa dirinya menerapkan tata kelola birokrasi berbasis data dan meritokrasi.

Ia mencontohkan pembenahan di RSD dr. Soebandi yang berhasil memulihkan kondisi finansial hingga hampir 100 persen tanpa adanya perombakan jabatan akibat politik praktis.

Melalui kemitraan ini, Pemkab Jember mengajak seluruh jejaring alumni Unair dari pelbagai profesi seperti tenaga medis, ekonom, akademisi, hingga pengusaha untuk menghadirkan solusi konkret dan program aksi nyata bagi kemajuan daerah.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.