Gas Air Mata Pecah di Grahadi, Kapolda Jatim: Kita Menggunakan Aturan yang Ada

oleh -113 Dilihat
WhatsApp Image 2025 08 29 at 4.40.05 PM
Asap gas air mata saat demo ricuh di Grahadi Surabaya (Yudha Furry Kusuma)

KabarBaik.co – Aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8) memanas hingga berujung kericuhan. Aparat kepolisian akhirnya menembakkan puluhan gas air mata setelah massa menembus kawat berduri dan merusak fasilitas umum.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa tindakan aparat sesuai dengan aturan. “Kita menggunakan aturan yang ada, aturannya menggunakan apa? gas air mata,” kata Nanang, Jumat (29/8) malam.

Menurut Nanang, polisi sejak awal sudah berupaya mengedepankan langkah persuasif. Imbauan agar massa membubarkan diri telah berulang kali disampaikan. Namun, situasi berubah ketika kawat berduri yang dipasang sebagai barikade di depan Grahadi berhasil ditembus.

“Begitu kita lihat kawat-kawatnya dirusak, di situlah kami bertahan. Peringatan-peringatan sudah disampaikan,” ungkapnya.

Polisi kemudian menurunkan water canon untuk menyemprotkan air ke arah peserta aksi. Namun, cara itu justru tidak membuat massa mundur.

“Mungkin disemprot air makin segar jadi senang akhirnya mulai membakar dan merusak fasilitas. CCTV rusak, paving dilempar, kendaraan bermotor dibakar, sudah kita ingatkan,” jelasnya.

Nanang menambahkan massa tetap bertahan hingga menjelang batas waktu demo pukul 18.00 WIB.

“Begitu mendekati jam 6, jam 5 masih bertahan, sudah kita ingatkan ya sudah, akhirnya disemprot lagi. Tapi kita tidak menggunakan senjata atau peluru apapun,” ungkapnya.

Nanang memastikan penggunaan water canon dan gas air mata semata-mata bertujuan untuk mengurai kerumunan. “Kita menggunakan itu supaya paling tidak minggir,” pungkasnya.

Kerusuhan di depan Grahadi membuat arus lalu lintas sekitar Jalan Gubernur Suryo sempat lumpuh total. Api dari kendaraan bermotor yang dibakar massa sempat membumbung tinggi sebelum akhirnya dipadamkan. Hingga malam, aparat masih berjaga ketat untuk memastikan kondisi benar-benar kondusif. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha Fury Kusuma
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.