Gaya Hidup Modern Dekatkan Generasi Muda dengan Risiko Gagal Ginjal

oleh -145 Dilihat
Ilustrasi gagal ginjal.
Ilustrasi gagal ginjal. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Tren konsumsi makanan dan minuman siap saji dengan kandungan gula tinggi kini menjadi perhatian serius. Kebiasaan yang lekat dengan gaya hidup modern itu dinilai turut meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk diabetes melitus dan gagal ginjal di usia muda.

Kondisi tersebut menjadi alarm bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mulai memperhatikan pola makan dan minum sehari-hari. Penyakit yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia kini mulai muncul pada usia produktif, bahkan remaja.

Anggota TNI AL Tenaga Kesehatan (Nakes) Kapal Selam Ujung Surabaya, Herwanto, 47, menilai perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Menurutnya, konsumsi makanan dan minuman siap saji secara berlebihan dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh.

Tak hanya makanan instan, minuman kemasan dengan kandungan pemanis buatan juga menjadi perhatian. Kebiasaan mengonsumsi produk tersebut secara terus-menerus dinilai dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk masalah pada ginjal.

“Saat ini zaman modernisasi, banyak timbul masalah terkait dengan gagal ginjal. Makanan, minuman siap saji, minuman kemasan, dan minuman berkandungan pemanis buatan itu salah satu pemicu tercetusnya angka kenaikan gagal ginjal yang semakin naik,” ujar Herwanto kepada KabarBaik.co, Minggu (9/8).

Baca Juga: Prihatin Darurat Gagal Ginjal 2025, Anggota TNI AL di Sidoarjo Tanam Kumis Kucing untuk Kesehatan

Menurutnya, pola penyakit saat ini telah mengalami pergeseran dibandingkan beberapa dekade lalu. Jika dahulu gagal ginjal dan diabetes lebih identik dengan kelompok usia lanjut, kini gangguan tersebut mulai ditemukan pada usia yang jauh lebih muda.

“Zaman sekarang itu bukan kayak dulu. Kalau orang dulu rata-rata di usia tua baru bermasalah. Sekarang tidak. Usia 17-an sampai 20-an sudah banyak kasus yang bermasalah dengan gagal ginjal,” lanjutnya.

Melihat kondisi tersebut, Herwanto mengingatkan generasi muda agar tidak mengorbankan kesehatan demi mengikuti tren dan gaya hidup modern. Kebiasaan mengonsumsi makanan serta minuman instan secara berlebihan perlu mulai dikurangi.

“Harapan saya, anak-anak usia muda jangan karena gengsi atau budaya modernisasi, lalu lupa dengan kesehatannya sendiri. Minuman berkemasan siap instan itu justru mempercepat rusaknya organ dalam tubuh kita,” tegas Herwanto.

Herwanto sendiri kini tengah mengembangkan budidaya kumis kucing di Sidoarjo. Tanaman yang bisa diolah menjadi obat sekaligus pencegahan gagal ginjal.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.