KabarBaik.co, Malang – Suasana di Jalan Sampurno, Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang, mendadak geger pada Kamis (13/8) sore. Dua perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah rumah.
Kedua korban diketahui berinisial SM, 54, dan M, 75. Keduanya ditemukan di ruangan berbeda dengan posisi satu tergeletak di lantai, sedangkan korban lainnya berada di atas tempat tidur.
Kapolsek Kedungkandang Kompol M Roichan melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin mengungkapkan, Sabtu (15/8), keberadaan kedua jenazah diketahui sekitar pukul 15.15 WIB.
Penemuan tersebut berawal dari kecurigaan seorang tetangga berinisial AS, 51. Saat melintas di sekitar rumah korban, saksi mencium aroma tidak sedap yang cukup menyengat. Kondisi itu diperkuat dengan banyaknya lalat yang beterbangan di sekitar rumah.
AS kemudian mendatangi rumah tersebut dan berusaha membuka pintu. Namun, seluruh akses masuk dalam keadaan terkunci.
Karena semakin curiga, AS mencoba mengintip melalui celah di bagian bawah pintu samping rumah. Dari celah tersebut, ia melihat sepasang kaki tergeletak di lantai. Di sekitar kaki juga terlihat cairan berwarna hitam.
Saksi kemudian meminta bantuan warga untuk membuka paksa pintu rumah. Setelah pintu berhasil didobrak, warga mendapati dua perempuan telah meninggal dunia di dalam rumah.
“Satu jenazah tergeletak di lantai dan satunya lagi berada di atas tempat tidur,” terang Lukman.
Temuan itu selanjutnya disampaikan kepada cucu korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi. Cucu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Kedungkandang.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua jenazah selanjutnya dievakuasi menuju Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Menurut Lukman, pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada dugaan pembunuhan. Kedua korban juga diketahui telah lanjut usia dan memiliki riwayat sakit.
“Dari hasil pemeriksaan awal, korban sudah berusia lanjut serta memiliki riwayat sakit dan tidak mengarah ke dugaan pembunuhan,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban M disebut telah lama mengalami sakit. Sementara SM diketahui mengalami depresi. Keduanya selama ini tinggal bersama di rumah tersebut.
Pihak keluarga yang diwakili cucu korban juga tidak menghendaki kedua jenazah menjalani visum secara keseluruhan. Setelah proses penanganan selesai, kepolisian akan menyerahkan kedua jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan. (*)






