KabarBaik.co, Jember – Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana serta Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyusul ledakan yang terjadi di Masjid Pesona Raya, Perumahan Pesona Regency, Jember pada Senin (16/3) malam.
Hingga Selasa (17/3), area masjid masih disterilisasi dengan garis polisi. Petugas gabungan terlihat fokus mengumpulkan material sisa ledakan guna memastikan penyebab utama insiden yang sempat memicu kepanikan warga tersebut.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan bahwa ledakan terdengar dari dalam area bangunan sekitar pukul 20.00 WIB. Merespons kejadian ini, pihaknya langsung mengerahkan unit-unit khusus untuk mendukung penyelidikan Polres Jember.
“Saya sudah perintahkan tim dari Polda Jatim, termasuk Brimob, Jibom, Labfor, hingga Densus 88 untuk melakukan back up penuh dalam proses penyelidikan ini,” ujar Nanang.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, Kapolda memastikan, tidak ada jemaah yang terluka akibat ledakan tersebut.
“Titik ledakan diduga berasal dari sebuah lemari besi yang terletak di lantai dua masjid sejumlah serpihan dan material dari titik ledakan telah diamankan untuk diuji secara ilmiah oleh tim Labfor,” katanya.
Selain olah fisik di lokasi, polisi juga tengah mendalami rekaman CCTV dari berbagai sudut di sekitar perumahan. Keterangan dari pengurus RT/RW serta saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian juga terus dikumpulkan.
“Nanti pembuktian ilmiah yang akan menjawab apa sebenarnya penyebab ledakan ini. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum hasil laboratorium keluar,” tegas Nanang.
Menjelang arus mudik Lebaran, Kapolda meminta masyarakat Jember, khususnya warga Perumahan Pesona Regency, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial.
Pihak kepolisian berjanji akan segera membuka kembali akses masjid untuk kegiatan ibadah setelah proses sterilisasi dan pengumpulan bukti dianggap tuntas.
“Situasi sepenuhnya terkendali. Kami hadir untuk menjamin keamanan warga agar tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (*)








