KabarBaik.co, Nganjuk – Wajah perekonomian di desa-desa di Nganjuk mulai bersolek. Kehadiran 30 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kini menjadi napas baru bagi warga di “Bumi Anjuk Ladang”.
Meski usianya seumur jagung, wadah ekonomi ini membuktikan bahwa kekuatan lokal mampu mencetak angka-angka yang membanggakan.
“Ini yang paling tinggi, bahwa pada saat setelah soft opening pernah mencapai target sekitar Rp 11 juta. Lokasinya di samping Pasar Berbek dan di perempatan, sehingga dari akses mudah didatangi,” ungkap Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh. Taufan Yudha Bhakti, Rabu (13/5).
Sejak mulai beroperasi penuh pada 18 April 2026 lalu, 21 dari 30 unit koperasi langsung tancap gas. Antusiasme warga bukan tanpa alasan, koperasi ini bukan sekadar toko, melainkan etalase bagi komoditas unggulan hasil bumi setempat, mulai dari produk pertanian hingga kerajinan tangan UMKM desa.
“Yang kemarin sudah ikut soft opening, ini semuanya sarana prasarananya sudah diterima. Hanya satu yang belum didapat yaitu Starlink,” tambah Letkol Taufan.
Kendala teknologi ini memang menjadi catatan, namun semangat pengelola untuk mendigitalisasi administrasi dan pemasaran produk keluar daerah tetap membara.
Bagi warga, KDMP adalah jembatan yang memangkas rantai distribusi yang selama ini panjang dan melelahkan. Produsen dan konsumen kini bertemu di satu titik, memastikan keuntungan berputar di lingkungan mereka sendiri, dari warga untuk warga.
“Kami berharap, komoditas-komoditas tersebut dapat lebih dikembangkan dengan adanya KDMP, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” pungkas Letkol Taufan. (*)







