Gempa Terasa Lagi di Bawean, Banjir Kepung 39 RT di Jakarta, Status Pos Pantau Naik

Editor: Hardy
oleh -167 Dilihat
Banjir yang terjadi di salah satu wilayah Jakarta Selatan, Rabu (3/4) malam. (Foto BPBD DKI Jakarta)

KabarBaik.co- Gempa susulan kembali dirasakan warga di Pulau Bawean, Gresik, dan sekitarnya. Pada Rabu (3/4), sekitar pukul 16.02, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi gempa susulan dengan kekuatan 5,2 magnitudo. Namun, bersyukur belum ada laporan dampak dari aktivitas gempa susulan tersebut.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, hingga Rabu (3//4/2024), pukul 16.00 WIB, hasil monitoring menunjukkan ada sebanyak 454 aktivitas gempa bumi. Gempa bumi itu merupakan bagian rangkaian gempa bumi di Laut Jawa yang terjadi sebelumnya. Yakni, pada 22 Maret lalu, yang berkekuatan 6,0 magnitudo.

Tidak hanya terasa di Pulau Bawean. Gempa susulan terbaru itu juga dirasakan masyarakat di sekitarnya, seperti di Surabaya, Tuban, Gresik, Bojonegoro, dan beberapa wilayah di Jawa Tengah. Dari hasil pemodelan menunjukkan, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Baca juga:  Musim Hujan di Banyuwangi Relatif Lebih Singkat

Daryono mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pihaknya juga berharap agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak terdampak gempa. Dia juga menegaskan agar warga memastikan bahwa informasi resmi hanya bersumber dari BMKG.

Iradah, salah seorang warga Bawean, ketika dihubungi KabarBaik.co tidak menampik bahwa gempa susulan terbaru itu juga masih dirasakan. Dia mengatakan, sejauh ini sebagian besar warga masih banyak yang memilih untuk tinggal di tenda-tenda pengungsian. ‘’Masih trauma karena masih merasakan gempa,’’ ungkapnya, Rabu (3/4).

Sementara itu, selain gempa susulan masih terjadi, intensitas hujan di beberapa wilayah juga mengakibatkan bencana hidrometeorologi berupa banjir. Di antaranya di wilayah DKI Jakarta. Hujan deras pada Rabu (3/4) sore, membuat banyak kawasan ibukota tergenang. Baik di wilayah Jakarta Timur, Selatan, maupun Utara.

Baca juga:  Bantuan Terus Mengalir, Bupati Gresik Pimpin Penanganan Gempa Bawean

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, sampai Rabu (3/4), pukul 23.00 WIB, setidaknya ada sebanyak 39 rukun tertangga (RT) dari total 30.772 RT se-DKI Jakarta yang terdampak banjir. Angka itu naik dari sebelumnya yang hanya 26 RT. Selain itu, tercatat ada tujuh ruas jalan yang masih kebanjiran.

Dari beberapa  foto dan video yang beredar di media sosial, ketinggian air di beberapa wilayah ada yang mencapai 1,5 meter. Beberapa kendaraan juga banyak terjebak dalam genangan air. Kemacetan juga terjadi di sejunlah ruas jalan.

Baca juga:  Prakiraan Cuaca di Aglomerasi Surabaya Raya Hari Ini

Karena banjir yang kerap terjadi itu, banyak warganet pun meluapkan kegeramannya kepada Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Mereka menilai sejauh ini belum ada upaya penanganan serius terhadap banjir yang belakangan rutin terjadi.

Dampak hujan yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya tersebut, juga mengakibatkan kenaikan status beberapa pos pantau. Pos Pantau Pesanggrahan naik menjadi Siaga 3 (waspada), dan Pos Pantau Sunter Hulu menjadi Siaga 2 (Siaga).

Kemudian, Pos Pantau Sunter Hulu naik menjadi Siaga 1 (bahaya) pada pukul 19.00 WIB. Pos Pantau Angke Hulu menjadi Siaga 3 (waspada), Pintu Air Manggarai menjadi Siaga 3 (waspada), lalu Pintu Air Karet menjadi Siaga 3 (waspada). (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.