GIIAS 2026 Dibuka, Lebih dari 65 Merek Global Unjuk Teknologi Masa Depan

oleh -161 Dilihat
GIIAS 2026

KabarBaik.co, Tangerang- Di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi industri otomotif, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi dibuka dengan skala yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Menghadirkan lebih dari 65 merek otomotif dunia dan lebih dari 150 perusahaan industri pendukung, GIIAS 2026 menjadi panggung utama peluncuran teknologi masa depan sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri otomotif terbesar di kawasan.

Pameran yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, mulai 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 itu resmi dibuka oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa industri otomotif masih menjadi salah satu sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menyampaikan apresiasi kepada GAIKINDO atas penyelenggaraan GIIAS yang telah memasuki penyelenggaraan ke-33. Menjaga pameran tetap relevan selama lebih dari tiga dekade bukanlah hal yang mudah, dan GAIKINDO telah membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional,” ujar Agus.

Ia juga memastikan pemerintah akan terus memperkuat kemitraan dengan pelaku industri melalui berbagai kebijakan yang mendukung investasi, produksi, hingga pengembangan teknologi kendaraan masa depan.

Tahun ini, GIIAS mencatat sejarah sebagai penyelenggaraan terbesar sepanjang perhelatannya. Puluhan merek kendaraan asal Jepang, Korea Selatan, Eropa, Amerika Serikat, Tiongkok hingga Vietnam memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan produk terbaru, teknologi elektrifikasi, kendaraan ramah lingkungan, hingga inovasi digital yang diproyeksikan menjadi tren industri otomotif beberapa tahun ke depan.

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, mengatakan penyelenggaraan GIIAS 2026 menjadi simbol optimisme industri otomotif Indonesia yang tetap mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Industri otomotif Indonesia terus menunjukkan daya tahan yang kuat. GIIAS 2026 membawa semangat baru untuk mendorong industri bergerak lebih cepat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan bagi pasar global,” katanya.

Selain menjadi ajang peluncuran kendaraan baru, GIIAS juga menjadi barometer perkembangan industri otomotif nasional. Kehadiran ratusan perusahaan pendukung menunjukkan semakin kuatnya ekosistem industri otomotif Indonesia, mulai dari pembiayaan, komponen, teknologi digital, hingga kendaraan listrik.

Prosesi pembukaan turut dihadiri Menteri Perindustrian periode 2014–2016 Saleh Husin, Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian Setia Diarta, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika, serta Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO Anton Kumonty.

Selama sebelas hari penyelenggaraan, masyarakat dapat mengunjungi GIIAS 2026 dengan membeli tiket secara daring melalui aplikasi maupun situs Auto360 seharga Rp50.000 untuk hari kerja dan Rp100.000 pada akhir pekan. Tiket juga tersedia secara langsung di lokasi dengan harga Rp75.000 pada hari kerja dan Rp125.000 saat akhir pekan.

Setelah penyelenggaraan di BSD Tangerang, rangkaian GIIAS The Series 2026 akan berlanjut ke Surabaya pada 26–30 Agustus, Bandung 9–13 September, Semarang 30 September–4 Oktober, dan Makassar 28 Oktober–1 November 2026. GAIKINDO juga mengumumkan ekspansi pameran dengan menghadirkan GIIAS Bali yang akan digelar pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur sebagai kota baru dalam rangkaian pameran otomotif nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.