KabarBaik.co, Nganjuk – Aroma harum rempah dan kaldu sapi menyeruak dari kedai sederhana di Jalan Kartini No. 39, Mangundikaran, Kabupaten Nganjuk.
Setiap sore, kedai Soto Madura daging sapi milik Cak Anam ini tak pernah sepi diserbu para pecinta kuliner Anjuk Ladang.
Menjaga kualitas dan keaslian cita rasa secara konsisten menjadi kunci utama keberhasilan usaha yang dikelola bersama sang istri dan dua asistennya tersebut.
“Dengan mempertahankan cita rasa warisan ini, kami optimis pelanggan tidak akan berpaling meskipun saat ini gempuran junk food dan makanan modern semakin marak di mana-mana,” ujar Cak Anam penuh rasa optimis, Senin (24/8).
Rahasia kelezatan Soto Madura ini terpancar dari kuah bening kekuningan tanpa santan yang kaya akan gurihnya kaldu sapi alami.
Paduan rempah pilihan seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, ketumbar, serai, hingga wangi daun jeruk menyempurnakan empuknya potongan daging sapi dan jeroan segar seperti babat, paru, usus, serta hati.

Pelengkap berupa telur rebus, irisan kol, daun bawang, seledri, taburan bawang goreng, perasan jeruk nipis, dan sambal pedas menjadikan sajian ini sangat nikmat disantap bersama semangkuk nasi hangat, plus kecap manis dan asin.
“Cita rasa soto Cak Anam ini rasanya otentik sekali dan mirip banget dengan soto daging Madura langganan saya waktu di Surabaya dulu. Benar-benar bisa mengobati rasa rindu kampung halaman,” kata Muza, salah satu pelanggan setia asal Surabaya yang kini menetap di Nganjuk.
Kedai yang buka mulai pukul 17.00 WIB hingga ludes sekitar pukul 21.00 WIB ini selalu menyajikan suasana hangat dan pelayanan yang cekatan.
Meski antrean pembeli sering kali memanjang, ketelitian serta keramahan Cak Anam beserta tim membuat para pelanggan tetap setia menanti giliran demi menikmati semangkuk kenikmatan legendaris tersebut.
“Kekuatan kuliner tradisional Nusantara terletak pada keaslian rasa dan nilai historis di dalamnya. Soto Madura Cak Anam bukti nyata bahwa resep leluhur mampu bertahan dan dicintai lintas generasi,” pungkas Muza seraya menikmati hidangan sotonya bersama suami dan kedua anaknya.
Kenikmatan masakan tradisional ini terbukti tak sekadar memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan ruang kehangatan bagi keluarga yang berkunjung.
Di sudut Kota Nganjuk, kedai sederhana Soto Madura Cak Anam terus berdiri kokoh sebagai destinasi kuliner yang selalu dirindukan lintas generasi.








