KabarBaik.co, Nganjuk – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan kayu milik Pondok Pesantren Ainul Yaqin di Dusun Punggulrejo, Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (20/8) sekitar pukul 23.00 WIB.
Tiga ruangan terdampak dalam insiden tersebut, dengan kerusakan terparah menimpa area penyimpanan kayu dan material bangunan.
“Kejadiannya itu tadi diketahui sekitar jam 23.00 WIB. Sebenarnya siang hari sudah diketahui di tanah kosong ini ada kebakaran, tapi sudah mati apinya. Tiba-tiba jam 23.00 WIB ini tadi saya dikabari Pak RT, mungkin ada sisa api dari ranting dan akar yang menyambar ke dalam tembok gudang,” ujar Kepala Dusun (Kasun) Punggulrejo, Sukirno, saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Kobaran api melahap habis material kayu serta besi bangunan yang tersimpan di dalam gudang. Beruntung, saat kebakaran terjadi, ruangan tersebut dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka dari kalangan santri.
“Bukan pembakaran sampah dari pihak pondok. Lahan kosong itu karena rumput kering tebal, mungkin di sana ada orang bakar sampah sampai ke sebelah sini. Kami tidak tahu kalau ternyata apinya masuk merembet lewat akar-akar ke dalam gudang,” tambah Sukirno meluruskan asal mula titik api.
Pemerintah desa setempat segera berkoordinasi dengan Polsek Bagor, Koramil, dan regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nganjuk begitu menerima laporan dari warga.
Proses pemadaman dilakukan secara intensif bersama masyarakat sekitar untuk mencegah api meluas ke area pemukiman warga.
“Tadi kita langsung gerak cepat bersama anggota melakukan pemadaman, warga masyarakat juga ikut membantu semua. Akhirnya api bisa dengan cepat dipadamkan,” jelas Kapolsek Bagor, AKP Winih di tempat kejadian perkara.
Mengingat wilayah Kabupaten Nganjuk mulai memasuki musim kemarau yang kerap diiringi tiupan angin kencang, aparat kepolisian mengingatkan masyarakat untuk ekstra hati-hati saat mengelola sampah.
“Saya mengimbau kepada masyarakat, kalau membakar sampah itu harus ditunggu sampai apinya benar-benar padam baru bisa ditinggal. Nganjuk ini kan ‘Kota Angin’, apalagi di musim kemarau seperti ini angin kencang. Jangan membakar sampah sembarangan dan jika membakar harus ditunggui,” tegas AKP Winih.








