KabarBaik.co, Gresik – Niat seorang pemancing bernama Suwandi, 45, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, menyelamatkan jorannya yang disambar ikan berujung petaka. Ia ditemukan meninggal dunia tenggelam di tambak, tepatnya di Dusun Putatlor, Kecamatan Menganti.
Kabar yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi pada Kamis (20/8) siang. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian selama beberapa jam.
Peristiwa tersebut bermula ketika Suwandi bersama rekannya memancing di area tambak sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar pukul 12.00 WIB, saat memasuki waktu salat Zuhur, joran milik korban tiba-tiba disambar ikan hingga terseret ke tengah tambak.
Korban yang berusaha menyelamatkan jorannya kemudian spontan melompat ke dalam tambak. Nahas, tambak tersebut memiliki kedalaman sekitar 7 meter.
Rekan korban yang saat itu sedang melaksanakan salat kemudian mendengar teriakan meminta pertolongan. Saksi berusaha memberikan bantuan dengan menyelam ke dalam tambak.
Namun, korban dengan cepat tenggelam dan tidak kembali muncul ke permukaan. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi sekitar pukul 13.00 WIB.
Personel Polsek Menganti yang dipimpin Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman langsung menuju lokasi. Polisi mengamankan area kejadian, meminta keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melakukan pencarian.
Operasi pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Gresik, Satpolairud Polres Gresik, serta personel TNI AL dari Denipam 2 Mar Pasmar 2. Tim gabungan menyisir area tambak dan melakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Setelah sekitar lima jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 17.43 WIB. Jasad Suwandi kemudian dievakuasi ke tepi tambak sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan, respons cepat polisi bersama tim gabungan merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
“Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat seperti kejadian ini,” ujar Arif.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar perairan.
Menurutnya, area tambak dengan kedalaman cukup tinggi memiliki risiko yang perlu diwaspadai. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri masuk ke perairan, terutama ketika tidak memiliki kemampuan atau perlengkapan keselamatan yang memadai.(*)






