Guru Honorer Nganjuk Hanya Digaji Rp 150 Ribu, DPRD: Berikan Honor yang Layak

oleh -85 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 05 at 6.40.35 PM
Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk KH Asrori (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Nasib sejumlah tenaga pendidik non-ASN di Nganjuk kembali menjadi perhatian serius. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Nganjuk, terungkap fakta memprihatinkan bahwa penghasilan mereka mengalami penurunan yang sangat drastis.

Bahkan, ada yang sebelumnya menerima Rp 600 ribu per bulan, kini sejak Januari hanya mendapatkan Rp 150 ribu saja. Kondisi ini dinilai sangat tidak wajar dan memberatkan, mengingat mereka juga memiliki tanggungan hidup seperti biaya sewa rumah dan kebutuhan lainnya.

“Jadi tadi ada 22 tenaga guru honorer, mulai Januari itu tidak dapat apa-apa ini, hanya dapatnya hanya Rp 150 ribu. Padahal dulu dapat Rp 600 ribu,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk KH Asrori, Selasa (5/5).

Ia menegaskan bahwa para tenaga pendidik tersebut bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengajar dengan penuh tanggung jawab. Sangat tidak adil jika penghasilan mereka dipotong atau dikurangi hingga angka yang sangat minim, sementara kebutuhan hidup terus berjalan dan membengkak.

Hal ini menjadi sorotan tajam bagi pemerintah daerah untuk segera mencari jalan keluar terbaik.

“Sekarang bagaimana untuk mengusahakan mereka. Terus entuk sak mono dipotong apa tadi ya? Potong perumahan, sewa rumah. Ya terus gimana,” jelasnya.

Harapan utama dari pertemuan ini adalah agar pemerintah dapat mengembalikan atau memberikan honor yang layak kepada mereka yang sempat diputus atau dikurangi pembayarannya.

Komisi IV memastikan akan terus mendorong solusi agar nasib para tenaga honorer bisa tertangani dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

“Harapannya dengan adanya ini apa? Semua tenaga ini diberikan hak atau honor dengan layak, apalagi saya dengar ada 805 tenaga non ASN yang ada di Disdik, ini harus segera dicarikan solusi,” tegas KH Asrori.

Pihak legislatif juga memastikan akan terus memantau dan jika diperlukan akan memanggil kembali pihak terkait demi mencari titik terang. Komitmen untuk mencari solusi yang adil dan manusiawi menjadi kunci agar tenaga pendidik bisa bekerja dengan tenang dan sejahtera.

“Alhamdulillah jadi ada solusi dan kalau tidak ya kami panggil lagi nanti mereka,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.