Gus Fawait Bentuk 2 Satgas Khusus: Sasar Infrastruktur, Kemiskinan hingga Stunting di Jember

oleh -43 Dilihat
521dd770 2fd6 4595 a6e8 aeefae7a1339
Konferensi pers pembentukan Satgas Khusus di Pendopo Wahyawibawagraha Pemkab Jember. (Ist)

KabarBaik.co, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah progresif dalam menangani persoalan krusial di wilayahnya.

Bupati Jember Muhammad Fawait secara resmi mengumumkan pembentukan dua Satuan Tugas (Satgas) khusus yakni Satgas Infrastruktur & Tata Ruang serta Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, AKI-AKB.

Pengumuman strategis ini disampaikan di Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu (31/1) malam.

Pembentukan Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang dilatarbelakangi oleh persoalan banjir yang kerap melanda Jember. Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa lagi dilakukan secara parsial oleh satu dinas saja.

“Ego sektoral harus dipangkas. Penanganan banjir butuh solusi komprehensif karena kendalanya beragam, mulai dari infrastruktur yang tidak memadai hingga anomali debit air yang melampaui kapasitas,” ujar Gus Fawait.

Ia menyoroti masalah paling krusial, yakni pelanggaran tata ruang di bantaran sungai. Ditemukan adanya perumahan yang berdiri di area resapan namun memiliki sertifikat resmi. Gus Fawait menegaskan akan mengambil tindakan hukum terukur terhadap pengembang yang melanggar.

“Jika ditemukan kesalahan tata ruang yang fatal, kami akan meminta developer melakukan relokasi. Keselamatan warga Jember berada di atas segalanya,” tegasnya.

Satgas ini diketuai oleh Kepala Bapenda Jember, Achmad Imam Fauzi, dengan tugas utama memetakan kewenangan aset saluran air mulai dari tingkat desa hingga BUMN.

Di sisi lain, Gus Fawait memberikan perhatian serius pada angka kemiskinan di Jember yang tercatat cukup tinggi di Jawa Timur. Satgas Pengentasan Kemiskinan, Stunting, AKI-AKB (Angka Kematian Ibu & Bayi) dibentuk untuk melakukan intervensi langsung ke akar masalah.

“Masalah kemiskinan di Jember sistemik, tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Sosial. Kita butuh langkah out of the box dan kerja kolaboratif,” tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.