H-3 Lebaran 1447 H, Aktivitas Niaga Kembang Jepun Surabaya Melandai, Distributor ATK Tutup Lebih Awal

oleh -140 Dilihat
Kembang Jepun Surabaya
Sentra perdagangan yang selama ini dikenal sebagai salah satu urat nadi distribusi barang di Jawa Timur tersebut tampak lengang, jauh dari hiruk-pikuk transaksi seperti hari-hari normal.

KabarBaik.co, Surabaya – Memasuki H-3 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas ekonomi di kawasan Kembang Jepun, Surabaya, terpantau melambat signifikan. Sentra perdagangan yang selama ini dikenal sebagai salah satu urat nadi distribusi barang di Jawa Timur tersebut tampak lengang, jauh dari hiruk-pikuk transaksi seperti hari-hari normal.

Berdasarkan pantauan di lapangan, deretan ruko distributor alat tulis kantor (ATK) yang biasanya dipadati aktivitas bongkar muat kini tertutup rapat. Lalu lintas yang umumnya padat oleh kendaraan logistik pun terlihat lebih lengang, mencerminkan berhentinya sementara aktivitas distribusi barang.

Sejumlah pelaku usaha menyebut, sektor ATK menjadi yang paling awal menghentikan operasional, seiring dengan meningkatnya arus mudik pekerja. Kondisi ini berbeda dengan sebagian pedagang di sektor teknik dan alat pertanian yang masih mencoba bertahan membuka toko, meski di tengah minimnya permintaan.

“Untuk ATK memang sudah tutup sejak beberapa hari lalu. Kami di alat teknik masih buka, tapi pembeli hampir tidak ada. Menjelang Lebaran, masyarakat lebih fokus ke kebutuhan mudik daripada belanja peralatan,” ujar Harto, salah satu pedagang alat teknik di kawasan tersebut saat dijumpai, Rabu (18/3).

Hal senada disampaikan Ani, pedagang alat pertanian yang mengaku belum mencatat transaksi berarti sejak pagi. Menurutnya, penurunan aktivitas ini sudah menjadi pola tahunan, namun tahun ini terasa lebih cepat.

“Sepi sekali. Dari pagi belum ada transaksi. Biasanya masih ada pembeli, tapi sekarang benar-benar turun,” katanya.

Melambatnya aktivitas perdagangan di Kembang Jepun mencerminkan karakter Surabaya sebagai kota berbasis perdagangan dan jasa yang sangat bergantung pada pergerakan tenaga kerja serta distribusi logistik. Ketika kedua faktor tersebut berkurang akibat mudik Lebaran, roda ekonomi di kawasan ini pun ikut melambat.

Para pelaku usaha memperkirakan kondisi ini akan berlangsung hingga beberapa hari setelah Idul Fitri. Aktivitas perdagangan diproyeksikan mulai pulih secara bertahap pada H+7, seiring kembalinya pekerja dan normalisasi distribusi barang.

Untuk sementara, Kembang Jepun menjadi potret musiman bagaimana tradisi mudik berdampak langsung pada dinamika ekonomi perkotaan. Kawasan yang biasanya ramai transaksi kini bertransformasi menjadi area yang relatif sunyi, menunggu geliat ekonomi kembali pulih pascalibur Lebaran.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.