KabarBaik.co – Wakil Bupati Jember, Djoko Susanto ingin terus meningkatkan kualitas dan pemasaran kopi Silo yang saat ini sudah cukup dikenal oleh masyarakat.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri tasyakuran petik kopi dan panen perdana di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jember Rabu (14/5).
Djoko mengatakan, kualitas kopi Silo tidak perlu diragukan lagi, apalagi sebagian sudah bisa menembus pasar internasional.
“Tapi memang masih belum maksimal, tidak semua petani bisa melakukan. Jadi masih perlu kita kawal mulai dari teknis panen hingga pemasarannya,” kata Djoko.
Menurutnya, sebagian petani kopi di Silo masih membutuhkan pendampingan agar kualitas yang dihasilkan seusai standar pasar internasional.
“Tadi disampaikan edukasi masih harus terus dilakukan terutama masa panen. Karena masih ada petani terlalu terburu-buru jadi kematangannya belum 100 persen tapi sudah dipetik. Jelas itu menurunkan kualitas,” jelasnya.
Oleh sebab itu, ia akan meminta kepada OPD terkait soal apa yang menjadi kendala ekspor.
“Karena memang saya belum paham apa yang menjadi kendala, padahal di tahun 2019 ekspor bisa berjalan tapi saat ini sangat minim,” ungkap Djoko.
Ia berharap kepada OPD dalam hal ini Dinas Pertanian agar lebih aktif lagi mengawal apa yang menjadi kebutuhan petani dan kendala yang dialami.
“Seharusnya momen seperti ini OPD hadir agar bisa menampung aspirasi petani kopi di Silo, ” tutupnya. (*)






