KabarBaik.co, Banyuwangi – Harga berbagai jenis kemasan plastik di Banyuwangi melonjak hingga 70 persen dalam sekitar tiga pekan terakhir. Lonjakan harga membuat pedagang kemasan plastik memilih berhati-hati. Mereka tidak lagi berani menyetok banyak barang karena khawatir harga masih fluktuatif.
Pemilik Toko Royal Plastik dan Kemasan di Jalan KH Agus Salim, Steven Wijaya, mengatakan kini stoknya terbatas. Ia hanya berani kulakan jika ada pesanan dari pelanggan.
“Sekarang belum berani nyetok karena khawatir harga naik turun. Hanya berani kalau ada pesanan saja,” kata Steven, Selasa (7/4).
Menurutnya kenaikan plastik terjadi sejak pertengahan Maret. Pada pekan pertama terjadi kenaikan 30 persen, lalu terus merangkak hingga kini mencapai 70 persen.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada gelas plastik. Harga gelas kualitas biasa naik dari Rp 7.500 per slop menjadi Rp 12 ribu, bahkan untuk merek tertentu sudah menyentuh Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per slop.
Selain itu, harga kresek plastik naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 6 ribu per kemasan. Wadah styrofoam juga melonjak dari Rp 23 ribu menjadi Rp 35 ribu per bal.
Akibat kondisi ini, Steven memilih menghabiskan stok lama sambil menahan pembelian baru dari pabrik.
“Tidak langsung panic buying. Kalau tiba-tiba bulan depan harga turun, kan jadi susah jualnya ke pelanggan,” ujarnya.
Tak hanya pedagang plastik, keluhan juga dirasakan pedagang minuman es dalam kemasan. Akibat kenaikan ini, mereka bimbang antara menaikan harga jual es atau bertahan dengan harga lama namun margin berkurang.
Mariani, 40, pedagang es kelapa muda di Jalan Kepiting, Kecamatan Banyuwangi, mengatakan, harga gelas kemasan plastik yang ia beli naik hampir dua kali lipat. Dari yang biasanya Rp 11 ribu kini naik jadi Rp 21 ribu.
“Naiknya bertahap. Awalnya ke Rp 13.500, lalu naik lagi Rp 15 ribu, sekarang sudah Rp 21 ribu,” kata Mariani.
Itu belum termasuk kantong plastik kresek yang juga naik harga. Setiap ada pembeli es yang membungkus, Mariani selalu menyertainya dengan kantong kresek. Harga kantong kresek naik Rp 6.300 menjadi Rp 9.700 per pack.
Kenaikan harga kemasan plastik itu membebani bagi para perdagang seperti Mariani. Sebab, sebagian besar pembeli memilih untuk membungkus es kelapa muda.
Hanya sedikit dari pembeli yang meminum di tempat. Untuk mereka yang minum di tempat, Mariani menyediakan wadah gelas kaca.
Dengan harga kemasan plastik saat ini, Mariani memilih untuk mempertahankan harga jual. Ia menjual es kelapa muda Rp 5 ribu per gelas.
“Kalau mau naikin harga, khawatir pelanggannya pergi,” sambungnya.
Namun apabila harga kemasan plastik terus melambung, mau tak mau ia akan menaikan harga jual.
“Tapi mudah-mudahan jangan naik terus. Kami sih berharapnya harganya bisa turun seperti kemarin,” lanjut dia.
Beda cerita dengan Lucky, pemilik kedai es teh hijau dalam kemasan di Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi. Sejak harga gelas kemasan plastik melonjak, ia memilih untuk menaikkan harga agar tetap bisa untung.
“Naik dari Rp 3 ribu, sekarang jadi Rp 3.500 per gelas,” katanya.
Diketahui, kenaikan harga kemasan plastik dipicu terganggunya pasokan bahan baku dari kawasan Timur Tengah. Tersendatnya jalur pelayaran di Selat Hormuz membuat distribusi bahan baku industri petrokimia ikut terhambat.







