Hari Kelima Kebakaran Bromo: Jemplang Sudah Bebas Titik Api, Asap Masih Terlihat di Lumajang

oleh -209 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 07 at 2.28.06 PM
Helikopter milik TNI AL standby di Ranu Pani (foto: istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memasuki hari kelima. Kabar baik datang dari wilayah Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang hingga Sabtu (8/8) terpantau kondusif dan tidak lagi ditemukan titik api.

Pantauan petugas pada Sabtu sekitar pukul 02.00 WIB menunjukkan kawasan hutan di bawah Pos Jemplang sudah tidak terlihat titik api maupun kepulan asap. Kondisi tersebut masih bertahan hingga sekitar pukul 08.00 WIB, meski kawasan perbukitan diselimuti kabut.

Kasi Humas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan kondisi di wilayah Jemplang saat ini relatif aman. Kendati demikian, personel gabungan tetap disiagakan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

“Untuk wilayah Jemplang di Kabupaten Malang saat ini sudah kondusif. Tidak terlihat titik api maupun asap, namun personel tetap siaga dan melakukan pemantauan karena masih ada potensi munculnya kembali api,” terang Budiono, Sabtu (8/8)

Kewaspadaan petugas tidak hanya dilakukan melalui pemantauan langsung. Tim juga mengecek kondisi kawasan menggunakan aplikasi Hotspot Map SIPONGI untuk mendeteksi potensi titik panas di kawasan TNBTS.

Dari hasil pemantauan tersebut, masih terdapat tiga titik kuning kategori medium di kawasan hutan TNBTS sekitar wilayah Semeru yang masuk wilayah Lumajang.

Budiono menyebut kepulan asap yang masih terlihat berada di ujung timur kawasan hutan Pusung Ledok Bedor Blok B29 TNBTS. Lokasi tersebut secara administratif masuk wilayah Lumajang.

“Pemantauan dilakukan secara langsung maupun menggunakan sistem pemantauan hotspot. Kepulan asap yang masih terlihat berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sehingga petugas terus berkoordinasi dan mengantisipasi apabila terjadi pergerakan api,” ujarnya.

Sementara itu, luas kawasan hutan yang terbakar khusus di wilayah Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare.

Meskipun wilayah Kabupaten Malang sudah tidak terdapat titik api, petugas masih menyiagakan personel di kawasan Blok Savana TNBTS. Drone water spray juga dipersiapkan untuk mengantisipasi apabila muncul titik api baru yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Personel masih kami siagakan di kawasan Blok Savana. Kami juga menyiapkan drone water spray sebagai langkah antisipasi dan penanganan apabila ditemukan kembali titik api,” tutur Budiono.

Meski begitu, upaya pemadaman karhutla di kawasan TNBTS juga dilakukan melalui operasi water bombing. Pada Jumat (7/8), tim gabungan menjatuhkan sekitar 4.800 liter air dari udara untuk membasahi sejumlah titik panas di kawasan Pusung Ledok Bedor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, operasi pemadaman udara melibatkan dua helikopter milik TNI AL dan satu helikopter milik BNPB.

Water bombing difokuskan di kawasan Pusung Ledok Bedor yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Pusung Jantur. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi yang terdampak perluasan kebakaran.

“Operasi water bombing menyasar kawasan Pusung Ledok Bedor yang menjadi lokasi meluasnya dampak kebakaran,” ujar Sadono.

Helikopter Bell 412 EP HU-4205 milik TNI AL melakukan satu kali sorti dengan membawa sekitar 800 liter air. Sementara helikopter BNPB dengan registrasi PK-DBM AS35 melakukan empat kali ritase dengan membawa sekitar 1.000 liter air dalam setiap penerbangan.

Sebelum pemadaman dari udara dilakukan, helikopter TNI AL HU-4206 diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan memastikan kondisi area yang terbakar.

Namun, operasi water bombing sempat dihentikan karena kondisi cuaca dan jarak pandang tidak memungkinkan penerbangan dilanjutkan. Di tengah operasi tersebut, petugas masih menemukan sejumlah titik panas yang mengeluarkan asap.

“Hot spot masih berasap di area Pusung Ledok Bedor,” ujar Sadono.

Penanganan kemudian dilanjutkan melalui jalur darat. Tim gabungan membuat sekat bakar dan melakukan pembasahan terhadap bara api yang masih dapat dijangkau.

Sejumlah armada dikerahkan dalam operasi tersebut, yakni satu unit truk pemadam milik Balai Besar TNBTS, satu mobil tangki portabel TNBTS, satu truk tangki BPBD Provinsi Jawa Timur, serta satu truk tangki BPBD Kabupaten Malang.

Upaya itu dilakukan untuk mencegah bara api kembali menyala sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran ke kawasan lain.

Sadono menyampaikan operasi pemadaman masih akan dilanjutkan. Tiga helikopter BNPB direncanakan kembali dikerahkan untuk mendukung operasi water bombing di sekitar Pusung Ledok Bedor.

“Rencana operasi selanjutnya melanjutkan upaya water bombing serta operasi darat dan udara di sekitar Pusung Ledok Bedor,” jelasnya.

Hingga Jumat (7/8), luas lahan yang terdampak karhutla di kawasan TNBTS diperkirakan mencapai sekitar 135 hektare. Vegetasi yang terbakar meliputi cemara gunung, mentigen, akasia hingga semak belukar.

Untuk wilayah administratif Kabupaten Malang, petugas melaporkan sudah tidak terdapat titik api. Namun, kawasan Pusung Ledok Bedor yang berada di wilayah administratif Kabupaten Lumajang dan Probolinggo masih menjadi perhatian karena sejumlah titik panas masih mengeluarkan asap.

Tim gabungan pun terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk memastikan api tidak kembali muncul dan meluas di kawasan konservasi TNBTS. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.