KabarBaik.co, Samarinda– Peluit panjang wasit Norsafarov F. baru saja berbunyi di Stadion Segiri, Samarinda, menandai berakhirnya laga El Classico antara Persija Jakarta vs Persib Bandung. Skor tetap bertahan 1-2 untuk kemenangan Maung Bandung, hasil yang sekaligus menutup peluang juara bagi Macan Kemayoran musim ini.
Babak kedua berjalan dengan tensi yang jauh lebih tinggi. Persija Jakarta yang tertinggal di babak pertama mencoba segala cara untuk menyamakan kedudukan. Dominasi penguasaan bola yang terus mereka pertahankan untuk mengurung pertahanan Persib. Namun, lini belakang Maung Bandung tampil bak batu karang. Penampilan gemilang Teja Paku Alam di bawah mistar gawang menjadi faktor kunci. Beberapa kali ia melakukan penyelamatan krusial yang membuat barisan penyerang Persija frustrasi.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menunjukkan kecerdikannya dalam menjaga keunggulan. Di babak kedua, ia melakukan sejumlah rotasi pemain, termasuk memasukkan Beckham Putra untuk menyegarkan lini tengah dan menjaga aliran bola. Meski terus ditekan, Persib tetap tenang dan disiplin menjalankan skema serangan balik, membuat Persija tak berani menyerang dengan seluruh pemainnya.
Kemenangan ini membawa dampak masif bagi tabel klasemen Super League 2025/2026. Persib Bandung makin kukuh di puncak klasemen dengan 75 poin. Borneo FC membayangi di posisi runner-up dengan 72 poin. yang memiliki tabungan satu laga lebih banyak.
Persija Jakarta tertahan di posisi ketiga dengan 65 poin. Dengan hanya dua laga tersisa, poin maksimal Persija hanya 71, yang berarti harapan mereka untuk berebut takhta juara resmi pupus sore ini.
Kini, perburuan gelar juara mengerucut menjadi duel panas antara Persib dan Borneo FC. Persib hanya butuh konsistensi di dua laga pamungkas mereka untuk mengunci gelar:
- 17 Mei: Tandang melawan PSM Makassar (Laga hidup-mati).
- 23 Mei: Menjamu Persijap Jepara di Bandung (Potensi pesta juara).
Sementara itu, Persija Jakarta akan fokus menjaga harga diri dan posisi tiga besar di sisa jadwal mereka:
- 16 Mei: Tandang ke markas Persik Kediri.
- 23 Mei: Menjamu Semen Padang untuk laga penutup musim.
Laga di Samarinda ini membuktikan bahwa efisiensi dan mentalitas adalah pembeda di partai besar. Persija mungkin menguasai lapangan, namun Persib—lewat brace Adam Alis dan ketangguhan Teja Paku Alam—berhasil membawa pulang poin yang sangat mungkin bernilai gelar juara bagi publik Bandung.
Persaingan makin seru! Apakah Borneo FC sanggup menyapu bersih sisa laga mereka untuk memberi tekanan terakhir bagi Persib di pekan ke-34 nanti? Kemudian mengganjal mimpi Bandung meraih rekor treble winner? (*)







