KabarBaik.co, China- Drama luar biasa terjadi di final ganda putra China Open 2026. Sempat berada dalam tekanan setelah kalah di gim pertama, pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akhirnya menunjukkan mental juara dengan menutup pertandingan melalui kemenangan dramatis di gim ketiga 21-19 atas unggulan pertama Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Kemenangan tersebut memastikan Fajar/Fikri keluar sebagai juara setelah melewati laga final yang berlangsung dalam tempo sangat tinggi, penuh reli cepat, dan sarat tekanan mental.
Memulai gim penentuan, Fajar/Fikri langsung mendapat perlawanan keras. Kim/Seo tampil agresif dengan variasi drop shot cepat dan permainan depan net yang rapat, memaksa pasangan Indonesia bekerja ekstra dalam setiap reli. Fajar/Fikri sempat tertinggal 5-7, tetapi mereka perlahan menemukan pola permainan untuk mengejar.
Pertandingan kemudian berubah menjadi duel ketahanan. Setiap poin menjadi pertarungan kecil karena kedua pasangan sama-sama tidak mau memberikan ruang. Skor akhirnya kembali imbang 8-8, lalu berlanjut ketat hingga 10-10.
Pada interval gim ketiga, Fajar/Fikri mampu mengambil momentum dan memasuki jeda dengan keunggulan tipis 11-10.
Selepas jeda, pasangan Indonesia semakin percaya diri. Serangan lebih berani dan permainan cepat mereka mulai menekan pertahanan Kim/Seo. Fajar/Fikri berhasil memperlebar jarak menjadi 16-14.
Namun, final level Super 1000 memang tidak pernah mudah. Saat pertandingan memasuki fase krusial, satu kesalahan kecil langsung dihukum menjadi poin bagi lawan. Tekanan semakin terasa ketika setiap reli berlangsung panjang dan kedua pasangan saling menguji ketenangan.
BACA JUGA: Hasil Final China Open 2026: Jepang dan Taiwan Hentikan Dominasi Tuan Rumah
Fajar/Fikri sempat berada di posisi nyaman setelah unggul 18-15. Tetapi Kim/Seo menunjukkan kualitas mereka sebagai pasangan nomor satu. Duo Korea itu tidak menyerah dan perlahan memangkas jarak menjadi 17-18, lalu 18-19.
Situasi semakin menegangkan ketika Kim/Seo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Dua poin terakhir menjadi penentu antara gelar juara dan kehilangan peluang.
Dalam momen paling menentukan, Fajar/Fikri tetap tenang. Mereka berhasil merebut dua poin terakhir dan mengunci kemenangan gim ketiga dengan skor 21-19.
Dengan hasil tersebut, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memastikan kemenangan atas Kim Won Ho/Seo Seung Jae melalui pertarungan tiga gim:
- Gim pertama: 16-21 untuk Kim/Seo
- Gim kedua: 21-19 untuk Fajar/Fikri
- Gim ketiga: 21-19 untuk Fajar/Fikri
Kemenangan ini memiliki arti besar bagi Fajar/Fikri. Selain mempertahankan gelar China Open 2026, mereka kembali membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan menghadapi pasangan terbaik dunia, sekaligus menyelematkan wajah Merah Putih di persaingan badminton dunia. Betapa tidak, di sektor lain, semua wakil Indonesia sudah bertumbangan sejak awal babak.
Bagi Kim/Seo, kekalahan ini menjadi pukulan setelah datang sebagai unggulan pertama. Mereka sempat unggul lebih dulu, tetapi gagal mempertahankan momentum ketika pertandingan memasuki fase paling menentukan.
Final China Open 2026 akhirnya menjadi panggung pembuktian mental juara Fajar/Fikri. Tertinggal di awal, tertekan sepanjang laga, namun tetap mampu bangkit dan memenangkan duel dengan salah satu pasangan terbaik dunia. Back to back juara di turnamen seri 1000. Selamat! (*)








