Belasan Siswa SDN Kauman 1 Kota Malang Keracunan Usai Santap MBG

oleh -60 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 25 at 10.17.51 PM
SDN Kauman 1 Kota Malang (Ist)

KabarBaik.co, Malang – Belasan siswa SDN Kauman 1 Kota Malang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG. Dugaan keracunan itu bermula setelah para siswa mengonsumsi menu ayam pada Senin (20/7).

Sejak saat itu, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gangguan kesehatan yang berlanjut setelah menu telur dan ikan dibagikan pada hari-hari berikutnya.

Salah seorang wali murid, sebut saja Roki, mengatakan anaknya mulai bercerita mengenai kondisi makanan yang diterima dalam program MBG. Pada menu telur yang dibagikan Selasa (21/7), anaknya mengaku makanan memiliki rasa dan aroma yang tidak biasa. Sementara saat menu ikan dibagikan pada Rabu (22/7), banyak siswa memilih tidak menghabiskan makanan karena dinilai terlalu amis.

“Anak saya bilang waktu menu telur rasanya enggak enak, ada baunya. Terus hari Rabu dapat menu ikan, katanya amis dan banyak anak yang enggak makan,” ujar Roki saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7).

Pada Rabu malam, kondisi anaknya mulai memburuk. Ia mengalami sakit perut, mual, dan muntah-muntah. Keesokan harinya, Kamis (23/7), tubuhnya semakin lemas disertai demam sehingga harus dibawa berobat ke dokter.

“Rabu malam perutnya sakit, mual, muntah-muntah. Hari Kamis sudah lemas, sampai sekarang masih panas,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan dokter menyatakan anak Roki mengalami muntaber. Menurutnya, bukan hanya anaknya yang mengalami kondisi tersebut. Di kelas anaknya saja terdapat sekitar 12 siswa yang mengalami gejala serupa. Bahkan, sebagian siswa kelas 4 juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang sama sehingga jumlah korban diduga mencapai belasan orang.

“Dari sekolah, di kelas anak saya ada sekitar 12 anak. Adik kelasnya juga ada, kelas 4 separuh. Jadi memang belasan anak,” ungkapnya.

Roki juga memperoleh informasi bahwa beberapa siswa sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisinya yang cukup serius.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, pihak sekolah telah mengirimkan surat kepada Dispangtan untuk meminta dilakukan uji laboratorium terhadap makanan MBG yang disajikan.

“Pihak sekolah sudah bersurat ke kami agar dilakukan uji laboratorium untuk makanan (MBG) yang disajikan,” ujar Slamet.

Ia menegaskan, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Malang untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

“Mohon waktu, masih menunggu konfirmasi dan hasil (uji lab),” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang, drg Muhammad Zamroni, menyampaikan bahwa sampel makanan telah diambil dan saat ini masih menjalani proses pengujian laboratorium. “Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar pada Senin (27/7),” pungkas Zamroni. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.