KabarBaik.co, Pasuruan – Buntut dugaan keracunan dari makanan yang disajikan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbergedang, Pandaan, Kabupaten Pasuruan untuk sementara dihentikan. Penghentian operasional dilakukan untuk memastikan penyebab belasan siswa-siswa SMAN 1 Pandaan yang harus dirawat di Puskesmas. Sejumlah sisa makanan juga dilakukan uji laboratorium di Surabaya.
Langkah penghentian kegiatan produksi dapur ini diambil guna mendukung proses investigasi dan menjaga kondusifitas pasca insiden di yang menimpa penerima manfaat program MBG.
“Mengenai hasil pengujian laboratorium sampel makanan yang dimakan siswa SMAN 1 Pandaan, kami kirim ke Surabaya untuk uji lab,” kata Korwil BGN Pasuruan, Najmas Sa’adh, Kamis (23/7).
Untuk memastikan hasil uji Laboratorium yang dikeluarkan membutuhkan waktu 7 hari kedepan, dan saat ini kita fokus pada proses penanganan lebih lanjut untuk menentukan kedepannya, mengenai pengoperasian dapur hari ini, untuk sementara kegiatan operasional SPPG Sumbergedang sudah dihentikan
“Kita menunggu 7 hari dari Laboratorium hasilnya, saat ini fokus dalam pemeriksaan dan tanggung jawab terkait permasalahan yang disebabkan,” jelasnya.
Selain urusan administratif dan teknis dapur, pemantauan terhadap kondisi kesehatan para pelajar yang terdampak juga terus dilakukan secara berkelanjutan. Tim dari Korwil bersama Kepala SPPG dan Korcam terjun langsung memastikan tidak ada gejala susulan yang dialami oleh para siswa.
“Untuk saat ini kami masih tetap memantau bersama Kepala SPPG dan Korcam mengenai kondisi siswa yang terdampak apakah ada gejala lain atau tidak,” pungkasnya.






