KabarBaik.co, Batu – Pemkot Batu terus mematangkan persiapan penyelenggaraan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2026, ajang olahraga dirgantara internasional yang menjadi bagian dari Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026.
Hingga 14 Juli 2026, sebanyak 54 atlet profesional dari Indonesia, Malaysia, India, dan Mongolia telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kejuaraan tersebut.
Kompetisi yang akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan atlet paralayang kelas dunia, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Batu.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan antusiasme peserta dari luar negeri menjadi indikator bahwa IPAC semakin diperhitungkan dalam kalender olahraga dirgantara internasional.
“Tidak hanya atlet paralayang lokal, namun juga internasional turut antusias mendaftarkan diri,” ujar Onny, Kamis (23/7).
Menurutnya, penyelenggaraan BISTF-IPAC merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kota Batu untuk memperkuat identitas sebagai destinasi sport tourism yang mampu menggabungkan olahraga, alam, dan pariwisata dalam satu event berskala internasional.
IPAC 2026 sendiri telah berstatus Kategori 2 World Paragliding Ranking System (WPRS). Dengan status tersebut, hasil pertandingan akan memengaruhi peringkat dunia atlet yang berpartisipasi sehingga menambah gengsi kompetisi tahun ini.
Seluruh pertandingan akan digelar dalam 12 putaran resmi dengan dukungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur bersama Lanud Abdulrachman Saleh. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan penerbangan memenuhi standar penyelenggaraan kejuaraan internasional.
Onny menegaskan manfaat penyelenggaraan BISTF-IPAC tidak hanya dirasakan oleh dunia olahraga, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
“BISTF 2026 ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi atlet paralayang dunia, tetapi juga strategi utama untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan serta menggerakkan roda ekonomi lokal,” jelasnya.
Kejuaraan akan dipusatkan di kawasan Gunung Banyak sebagai lokasi lepas landas (take off), sedangkan area pendaratan berada di Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. Sementara seremoni pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, mulai pukul 07.00 WIB.
Pemkot Batu optimistis kehadiran puluhan atlet internasional beserta ofisial akan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata Kota Batu kepada masyarakat internasional.
“Perhelatan akbar ini dipusatkan di kawasan Gunung Banyak sebagai lapangan take off dan landing di Lapangan Songgomaruto Kelurahan Songgokerto, Kota Batu,” tegas Onny.
Melalui BISTF-IPAC 2026, Kota Batu kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu destinasi wisata olahraga unggulan di Indonesia yang mampu menyelenggarakan event internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata. (*)






