Margomulyo Satu-satunya Kecamatan di Bojonegoro yang Belum Ada SPPG, 3.118 Siswa Tak Dapat MBG

oleh -56 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 24 at 2.56.45 PM
SPPG di Kelurahan Jetak Bojonegoro yang akan mendistribusikan MBG (Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bojonegoro belum sepenuhnya merata. Hingga akhir Juli 2026, Kecamatan Margomulyo menjadi satu-satunya wilayah yang belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), meski ribuan siswa di kawasan tersebut telah masuk dalam daftar calon penerima manfaat.

Berdasarkan data pada laman merahputihbgn.cloud, Bojonegoro saat ini telah memiliki 144 titik SPPG. Program tersebut ditujukan untuk melayani 269.688 peserta didik dari 3.601 satuan pendidikan, mulai jenjang PAUD hingga pendidikan menengah.

Kecamatan Bojonegoro menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni 16 titik yang melayani 35.148 peserta didik dari 218 satuan pendidikan. Rata-rata satu dapur SPPG melayani sekitar 2.197 peserta didik.

Selanjutnya, Kecamatan Sumberrejo memiliki 10 SPPG, disusul Dander dan Kedungadem masing-masing sembilan titik. Sementara Baureno, Kanor, Kapas, dan Kepohbaru masing-masing telah memiliki delapan SPPG.

Berbeda dengan kecamatan lainnya, Margomulyo hingga kini belum tercatat memiliki satu pun dapur SPPG. Padahal, wilayah yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) itu memiliki 64 satuan pendidikan dengan 3.118 peserta didik yang berpotensi menjadi penerima manfaat MBG.

Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, mengatakan hingga saat ini belum ada SPPG yang berdiri maupun beroperasi di wilayahnya. Menurutnya, jika dihitung secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat di Margomulyo mencapai sekitar 3.500 orang, termasuk peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kalau melihat jumlah penerimanya, kemungkinan dua SPPG sudah bisa meng-cover seluruh kebutuhan di Kecamatan Margomulyo,” ujar Joko, Jumat (24/7).

Ia menjelaskan kondisi geografis Margomulyo yang berada di kawasan hutan dan berbatasan langsung dengan Ngawi serta Blora membuat kehadiran SPPG menjadi sangat penting untuk pemerataan pelaksanaan Program MBG.

Joko mengungkapkan, sebelumnya sempat ada komunikasi dengan salah satu partai politik terkait rencana pembangunan SPPG di Margomulyo. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.

“Memang kemarin ada salah satu partai politik yang berkoordinasi terkait SPPG, tetapi sampai sekarang belum ada kelanjutannya,” katanya.

Belum hadirnya Program MBG di Margomulyo, lanjut Joko, mulai memunculkan pertanyaan dari masyarakat, terutama para pelajar. Mereka membandingkan dengan kecamatan tetangga seperti Tambakrejo dan Ngraho yang sudah lebih dulu menikmati manfaat program tersebut.

“Banyak siswa yang bertanya, kenapa wilayah lain sudah mendapatkan MBG, sementara di Margomulyo belum,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Bojonegoro, Tommy Mandala Putra, belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang telah disampaikan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.