KabarBaik.co, Surabaya – Wajah pasar tradisional di Kota Pahlawan perlahan berubah lebih bersih, nyaman, dan layak. Pemkot Surabaya tengah menjalankan revitalisasi di 16 pasar tradisional dengan total anggaran sekitar Rp 20 miliar, beberapa di antaranya ditargetkan segera selesai dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian, menjelaskan pengerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi lapangan agar aktivitas perdagangan tetap berjalan.
“Pasar Tembok Dukuh sudah selesai seluruhnya dengan anggaran sekitar Rp1 miliar,” ujar Iman, Jumat (24/7).
Sementara itu, Pasar Kembang juga menunjukkan kemajuan pesat. Lantai dua telah rampung sepenuhnya, dan pekerjaan di lantai satu kini tinggal tahap akhir. “Kami targetkan akhir bulan ini seluruh pekerjaan di Pasar Kembang tuntas,” tambahnya.
Berbeda dengan dua pasar sebelumnya, revitalisasi Pasar Wonokromo berlangsung bertahap dengan pola penggeseran pedagang sementara, bukan pemindahan total ke lokasi lain. Hal ini dilakukan agar aktivitas ekonomi pedagang tidak terhenti selama proyek berjalan.
Fokus perbaikan meliputi penggantian atap rusak, pemasangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), perbaikan saluran drainase, hingga pembenahan sentra pemotongan unggas agar lebih higienis dan layak. Untuk Pasar Wonokromo sendiri dialokasikan dana sekitar Rp400 juta dan ditargetkan selesai pertengahan Agustus 2026.
Secara keseluruhan, program ini tidak sekadar mempercantik bangunan, melainkan meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah gempuran ritel modern.
“Harapannya pasar menjadi lebih bersih, nyaman bagi pedagang maupun pembeli, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga,” pungkas Iman. (*)






