KabarBaik.co, Surabaya – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono menegaskan kekosongan jabatan pimpinan di sejumlah Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dan Perusahaan Daerah (PD) yang hanya diisi Pelaksana Tugas (Plt) sudah berlangsung terlalu lama. Kondisi ini dinilai menghambat inovasi dan kemajuan perusahaan daerah dalam melayani masyarakat serta menyumbang pendapatan daerah.
“Komisi B mendesak agar segera diisi pimpinan definitif. Pasalnya, Plt hanya fokus menjalankan rutinitas lama, sedangkan pimpinan definitif punya wewenang dan tanggung jawab penuh untuk membuat terobosan serta kebijakan baru,” ujar Baktiono, Kamis (23/7).
Menurutnya, pemimpin definitif memikul amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada warga dan Wali Kota. Ini penting agar BUMD tidak sekadar berjalan di tempat, melainkan mampu berinovasi: memberikan layanan prima bagi masyarakat sekaligus menghasilkan keuntungan dan dividen optimal untuk pembangunan Surabaya.
“Kita butuh pemimpin yang kredibel. Jangan terpaku pada calon yang hanya mendaftar, kalau belum ada yang pas, pemerintah harus aktif mencari bisa dari akademisi, tokoh masyarakat, hingga profesional yang sudah terbukti sukses di swasta atau perusahaan multinasional,” tegasnya.
Baktiono memberi contoh spesifik untuk PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya: dibutuhkan sosok yang tidak hanya paham manajemen bisnis, tapi juga menguasai konservasi satwa, mampu menjalin kerja sama, menarik sponsor, hingga berani mengembangkan layanan lebih luas. Hal serupa berlaku untuk PDAM Surya Sembada, Perseroda, Alminum, dan BUMD lainnya.
“Kalau seleksi yang ada belum temukan sosok yang tepat, jangan menunggu. Cari yang sudah terbukti keberhasilannya, bahkan dari luar kalau perlu,” tambahnya.
Menyikapi proses yang sudah berjalan hampir setahun namun belum selesai, DPRD menegaskan tidak akan berhenti mendesak. Meski BUMD masih mencatatkan keuntungan, kekosongan pimpinan definitif tidak boleh dibiarkan. Sebab PLT terbatas hanya melanjutkan kebijakan lama, tidak berhak merancang arah baru yang dibutuhkan di tengah tantangan zaman.
“Kami akan terus menyuarakan ini. PLT hanya menjaga yang sudah ada. Perubahan dan kemajuan butuh pemimpin yang berani menetapkan visi baru,” pungkasnya. (*)






