KabarBaik.co, Surabaya – Lembaga Pendidikan Perkoperasian Daerah (LAPENKOPDA) Kota Surabaya terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus dan anggota Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih agar mampu mengelola koperasi secara profesional, sehat, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Diklat Perkoperasian (Pendidikan Anggota) bertema “Belajar Bersama, Maju Bersama, Sejahtera Bersama” yang digelar di Aula Kelurahan Semolowaru, Surabaya. Pelatihan diikuti pengurus dan anggota Kopdeskel Merah Putih Kecamatan Sukolilo dengan materi yang mencakup tata kelola koperasi, hak dan kewajiban anggota, serta praktik pengelolaan koperasi sesuai prinsip-prinsip perkoperasian.
Ketua LAPENKOPDA Kota Surabaya, Setiobakti, mengatakan pendidikan anggota menjadi fondasi penting dalam membangun koperasi yang sehat. Menurutnya, masih banyak anggota koperasi yang belum memahami peran dan fungsi koperasi secara utuh.
“Diklat ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban anggota sesuai undang-undang perkoperasian. Dengan bekal tersebut, anggota diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun koperasi yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (23/7).
Ia menilai masih banyak masyarakat yang memandang koperasi hanya sebagai tempat meminjam uang. Padahal, koperasi memiliki berbagai unit usaha produktif yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
“Anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Karena itu, mereka perlu memahami bahwa koperasi tidak hanya bergerak di sektor simpan pinjam, tetapi juga dapat mengembangkan berbagai usaha produktif yang memberi manfaat ekonomi bagi anggota,” katanya.
Setiobakti menambahkan, program pendidikan akan terus dilaksanakan mengingat kepengurusan Koperasi Merah Putih di Surabaya masih tergolong baru. Pendampingan berkelanjutan dinilai diperlukan agar kompetensi pengurus semakin meningkat.
“Ini merupakan langkah awal. Ke depan, pendidikan dan pendampingan akan terus dilakukan agar pengurus mampu mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan,” katanya.
Selain meningkatkan kapasitas pengurus, LAPENKOPDA juga mulai mendorong regenerasi kepengurusan dengan melibatkan generasi muda. Menurutnya, tantangan terbesar adalah membangun pemahaman dan mengubah cara pandang anak muda terhadap koperasi melalui pendidikan yang berkesinambungan.
“Kami ingin ada regenerasi kepengurusan. Pendidikan menjadi kunci untuk membangun wawasan dan mengubah mindset generasi muda agar melihat koperasi sebagai wadah pengembangan ekonomi bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Merah Putih Semolowaru, Totok Buhari, menyambut baik pelaksanaan diklat tersebut. Menurutnya, pelatihan menjadi bekal penting bagi pengurus dan anggota dalam meningkatkan kompetensi pengelolaan koperasi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas SDM sekaligus menyadarkan anggota bahwa pendidikan perkoperasian merupakan kebutuhan agar koperasi dapat berkembang,” katanya.
Totok mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi koperasi saat ini adalah memenuhi kebutuhan anggota, terutama penyediaan bahan pokok seperti minyak goreng yang pasokannya terbatas dan harganya cenderung meningkat.
“Permintaan anggota belum seluruhnya dapat kami penuhi, terutama untuk minyak goreng. Kondisi pasokan yang terbatas dan harga yang naik menjadi tantangan bagi pengurus,” ujarnya.
Melalui penguatan kapasitas SDM tersebut, LAPENKOPDA Kota Surabaya berharap Koperasi Merah Putih tidak hanya memiliki tata kelola yang baik, tetapi juga mampu mengembangkan usaha produktif yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota dan memperkuat perekonomian masyarakat. (*)






