KabarBaik.co, Surabaya – Manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) memastikan kondisi seluruh satwa tetap sehat dan kebutuhan pakan terpenuhi sempurna. Hal ini ditegaskan menyusul penetapan mantan Direktur Utama Choirul Anwar sebagai tersangka dugaan korupsi anggaran operasional dan pakan satwa periode 2016–2024.
Kepala Seksi Humas KBS Lintang Ratri Sunarwidhi menegaskan tidak ada pengurangan sedikitpun terhadap porsi pakan yang diberikan kepada seluruh penghuni kebun binatang.
“Pakan satwa tidak ada pengurangan dan tetap sesuai dengan porsi yang telah ditetapkan. Pemberiannya tetap berjalan dua kali sehari, pagi dan sore, disertai suplemen dan vitamin sesuai kebutuhan masing-masing jenis hewan,” ujar Lintang, Kamis (23/7).
Ia juga membantah keras isu yang menyebutkan ada satwa yang menjadi kurus, sakit, hingga meninggal dunia akibat kekurangan pakan. Menurutnya, kematian alami karena faktor usia memang tidak bisa dihindari, namun sama sekali tidak ada kasus yang disebabkan oleh kelalaian pemenuhan kebutuhan makan.
“Kalau ada satwa yang meninggal karena sudah tua, itu hal yang wajar. Tapi sampai saat ini tidak ada satupun kasus kematian atau penurunan kondisi fisik yang disebabkan oleh kurangnya pakan,” tegasnya.
Pengelola juga menjamin standar kebersihan tetap terjaga dengan pembersihan kandang yang dilakukan rutin dua kali sehari. Kondisi satwa pun dipantau tidak hanya oleh tim internal, melainkan juga diawasi langsung oleh Pemerintah Kota Surabaya serta instansi terkait lainnya, mengingat seluruh koleksi satwa merupakan aset milik negara.
“Satwa ini milik negara, jadi pengawasannya berlapis. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan pemantauan ketat dari pihak pemerintah agar kesejahteraan hewan tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.
Lintang memastikan proses hukum yang sedang berjalan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Operasional kunjungan untuk masyarakat tetap dibuka seperti biasa, dan manajemen berkomitmen justru akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, baik bagi satwa maupun pengunjung.
“Kondisi satwa sehat dan aman, pengunjung tetap bisa berkunjung seperti biasa. Ke depannya kami akan berusaha menyajikan layanan yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)






